19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ma\'ruf Amin: Yang Percaya Hoax Berarti Blo\'on


Ma\

KLIKSAMARINDA.COM - Dalam kunjungannya ke Samarinda, Jumat 22 Maret 22 Maret 2019, Calon Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengajak masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk ikut serta memerangi berita hoax yang marak beredar di media sosial menjelang Pilpres 2019.

Dalam acara Deklarasi Relawan Anak Republik (AR) di Gedung Convention Hall, Samarinda, Ma'ruf menuturkan, masyarakat harus berpikir secara cerdas dan tidak mudah terhasut oleh sejumlah isu yang menyesatkan terkait dengan calon Presiden Joko Widodo.

"Katanya tidak berbuat banyak. Berarti Anda saja yang tidur. Makanya bangun," katanya.

Belum lagi, lanjut Ma'ruf dalam tausiyah kebangsaan Deklarasi Relawan Anak Republik itu, muncul kabar kalau Jokowi-Ma'ruf menang maka Kementerian Agama akan dibubarkan, orang akan dilarang melakukan azdan, tidak boleh membaca Qur'an.

"Itu semuanya fitnah, karena saat ini Jokowi sudah Presiden dan kejadian itu tidak terjadi. Kalau mau kan, kenapa tidak sekarang saja," kata Ma'ruf Amin saat memberikan

Lanjut dia, ada pula yang menuturkan Jokowi tidak pro terhadap ulama.

"Katanya anti ulama, tapi kan wakilnya ini ulama. Anda bengong apa gimana? Bangun makanya," sebut dia.

Imbuh mantan Rais Syuriah PBNU tersebut, pasangannya itu tak pernah menganggap ulama dengan perumpamaan seperti daun salam.

Maksudnya, jelas dia, daun salam biasanya hanya digunakan seperti penyedap masakan yang ketika masakan telah siap, daun salam merupakan pilihan pertama untuk disingkirkan.

"Ulama seperti daun salam, itu dulu. Tetapi beliau (Jokowi) tidak membuang ulama, justru menggandengnya. Kok ente nggak paham-paham, jadi kapan pahamnya?," ungkapnya.

Lebih lanjut, maraknya berita bohong di dunia digital merupakan sarana perpecahan bangsa.

"Orang yang percaya berita bohong berarti blo'on. Tapi, di Samarinda tidak ada orang blo'on karena tidak ada yang mau dibohongi," kata dia. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0