19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tolak RUU PK-S, Mahasiswi Sosialisasi Pemahaman ke Masyarakat


Tolak RUU PK-S, Mahasiswi Sosialisasi Pemahaman ke Masyarakat
Aksi penandatangan petisi tolak RUU PK-S di GOR Sempaja, Minggu, 10 Februari 2019.

KLIKSAMARINDA.COM - Mahasiswi dari berbagai lembaga eksternal dan internal kampus yang tergabung dalam Aliansi

Perempuan Samarinda melakukan aksi pencerdasan terkait penolakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di GOR Sempaja, Minggu, 10 Februari 2019.

Ditengah keramaian masyarakat yang sedang berolahraga di area jogging track stadion beralamat Jalan Wahid Hasyim Kota Samarinda, Kalimantan Timur, aksi
digelar atas inisiasi para perempuan KAMMI.

Aksi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada
masyarakat terkait RUU P-KS yang didalamnya masih banyak permasalahan.

"Sehingga kami resah ketika RUU P-KS ini disahkan karena berpotensi melegalkanLGBT, aborsi, dan perzinahan lainnya yang menyimpang dari norma dan agama dan tidak berdasarkan pada Ideologi Pancasila," ungkap juru bicara aksi, Noviyanti.

Aksi tersebut mendapat respon pofitif dari masyarakat, khususnya kaum hawa. Dalam aksi tersebut, juga diselenggarakan petisi penolakan RUU yang memperoleh 181 tanda tangan dari berbagai kalanganmasyarakat.

Baik yang berprofesi sebagai PNS, Swasta, Guru, IRT, mahasiswai
dan siswi. Rencananya, tanda tangan tersebut akan disampaikan ke DPRD dalam bentuk audiensi pada kegiatan aliansi perempuan Samarinda selanjutnya.

Tidak hanya itu, Aliansi Perempuan Samarinda juga akan terus
melakukan pencerdasan dan pernyataan sikap serta solusi untuk RUU tersebut. Guna menyadarkan masyarakat bahwa RUU P-KS masih banyak permasalahan didalam pasal-pasalnya yang dirasa sangat mengkhawatirkan

"Jika RUU P-KS ini disahkan, dapat menimbulkan permasalahan
baru bagi Indonesia. Karena RUU P-KS ini tidak fokus pada akar permasalahan yang terjadi," tambahnya.

Pasalnya, menurut mereka, RUU P-KS bukan solusi untuk kemaslahatan bangsa Indonesia. Aliansi ini berharap pemerintah dapat mengatasi segala bentuk kejahatan seksual sampai ke akar-akarnya.

"Sehingga tidak membiarkan pintu perbuatan keji dari segi apapun dapat merusak tatanan sosial dan keluarga Indonesia," pungkas Novi. (*)

Reporter : Robbi/KlikSamarinda    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0