19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tahun 2019, Bandara APT Pranoto Bakal Jadi Tantangan Baru Sektor Perhotelan Samarinda


Tahun 2019, Bandara APT Pranoto Bakal Jadi Tantangan Baru Sektor Perhotelan Samarinda
Ketua Indonesian Hotel General Manager (IHGMA) chapter Samarinda, Wied Paramartha. (Dok)

KLIKSAMARINDA.COM - Beroperasinya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, sangat dinantikan warga Samarinda. Selain digadang mempermudah akses udara dari dan ke Ibu Kota Kaltim, kehadiran bandara yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 1,6 triliun ini, akan mendatangkan dampak ekonomi yang luar biasa bagi Kota Tepian.

Dampaknya sangat signifikan, semisal Bandara yang mampu menampung 3,6 juta penumpang akan memberikan dampak ekonomi bagi Samarinda dari transaksinya.

Dampak ekonomi juga akan dirasakan, rumah makan, hingga tempat hiburan, terkhusus sektor di Samarinda.

Ketua Indonesian Hotel General Manager (IHGMA) chapter Samarinda, Wied Paramartha menyebutkan hal itu juga menjadi tantangan baru di 2019, dimana bandara sudah aktif beroperasi. Pun, semakin banyaknya maskapai yang melayani masyarakat.

"Itu juga challange di 2019. Kami, IHGMA lebih yakin di 2019. Karena dibukanya fasilitas bandara itu," sebutnya pada KlikSamarinda beberapa waktu lalu.

Dimana, peran perhotel juga harus mampu mengimbangi arus yang akan naik.

Apalagi, lanjutnya, bandara yang resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) 25 Oktober 2018 lalu ini juga sudah mau internasionalkan.

"Kami sangat mendukung sekali adanya fasilitas bandara itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wied yang juga GM Aston Samarinda Hotel & Convention Center ini menegaskan, tidak hanya perekonomian masyarakat, namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihimpun Pemkot Samarinda juga akan mengalami peningkatan, imbas dari beroperasinya bandara.

"Itu imbasnya sangat luar biasa untuk Samarinda. Dampaknya sangat luar biasa untuk pertumbuhan masyarakat, terkhusus sektor kepariwisataan Samarinda khususnya," ungkap Wied.

Selain itu, Samarinda bakal menjadi Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) kedua setelah Balikpapan. Seperti diketahui, selama ini aktivitas MICE berskala nasional dan internasional, sebagian besar dilakukan di Balikpapan.

"Sangat membantu sekali untuk perkembangan kepariwisataan terkhusus sektor perhotelan di Samarinda," tutup Wied. (*)

Reporter : Robbi    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0