19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Penyebab Pesawat Gagal Landing di APT Pranoto Kemarin


Ini Penyebab Pesawat Gagal Landing di APT Pranoto Kemarin
Landing perdana Garuda Indonesia di Bandara Samarinda Baru, APT Pranoto, 20 November 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Cuaca buruk Senin 14 Januari 2019 di Samarinda membuat pesawat gagal mendarat di Bandara APT Pranoto. Hal ini lantaran jarak pandang tidak memenuhi syarat keselamatan penerbangan.

Hujan disertai angin kencang melanda Kota Samarinda sejak pagi hingga siang juga berdampak banjir disejumlah wilayah di Kota Tepian lantaran minimnya wilayah resapan air.

Dampak banjir dibeberapa titik termasuk di Jalan DI Panjaitan yang menjadi akses menuju Bandara APT Pranoto Samarinda, turut merimbas kepada kemacetan sejauh tiga Kilometer. 

Ketinggian air berkisar 30-50 Centimeter ini membuat sejumlah pengendara roda dua memilih menggunakan trotoar untuk melintas meskipun harus melawan bahaya terjatuh ke parit yang dalamnya mencapai satu meter.

Tak hanya itu, pengendara lainnya memilih menunggu air segera turun dan melanjukan perjalanan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menurunkan satu unit truk milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengevakuasi warga melintasi genangan air.

Sementara itu, seperti yang dilakukan tepat di depan Terminal Bus Lembake  Samarinda, sejumlah penumpang yang baru tiba langsung naik ke Truk BPBD menuju lokasi tujuannya.

Salah seorang warga, M Tahir penumpang pesawat Garuda tujuan Jakarta mengaku kecewa dengan Pelayanan yang terjadi di Bandara APT Pranoto.

Ia mengaku batal mendaratnya dua Pesawat ini akibat minimnya peralatan navigasi yang bisa memandu Pesawat meski dalam kondisi mendung di Bandara APT Pranoto setelah mendapat konfirmasi dari petugas bandara.

"Artinya ini akan menjadi tanggungjawab bersama antara Pemkot Samarinda bersama dengan PT ANGKASA PURA artinya, ini menjadi satu permasalahan yang harus diselesaikan," ujarnya.

Dirinya meyebut, lantaran kasihan penumpang yang lain. artinya Pemkot Samarinda melengkapi fasilitas yang belum tersedia itu yang paling prioritas.

"Harapannya kalau bisa di tahun ini sudah ada solusi," tambahnya.

Hal Senada diungkapkan Herri Tarjam, warga Kota Samarinda penumpang maskapai BATIK AIR tujuan Kota Makasar mengaku, hujan deras merata di Samarinda sejak pukul 08.30 Wita membuatnya ia was-was.

Dosen salah satu Perguruan Tinggi swasta ini mengatakan bahwa ia terpaksa berangkat lebih awal dari jam keberangkatan karena beberapa tempat di Samarinda sudah tergenang air.

Herry sapaannya itu mengaku dirinya harus berangkat dari rumah jam 10.00 WITA nunggu disini karena dibeberapa tempat informasi di media beberapa jalur utama mengarah ke Bandara macet total.

"Saya tunggu dulu konfirmasi dari maskapai," sebutnya.

Di lain sisi, Dwi Muji, Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Kedaruratan Bandara APT PRANOTO membenarkan adanya pesawat yang memutuskan Divert ke Balikpapan.

Pesawat GARUDA Indonesia yang membawa 132 penumpang kelas ekonomi dan 8 penumpang.

"Kelas bisnis terpaksa mengalihkan pendaratan ke Balikpapan karena jarak pandang atau visibility di bawah 1 kilometer," ungkap Dwi.

Dari pantauan media ini, hal yang sama juga dilakukan BATIK AIR jenis Airbus dengan Nomor Penerbangan ID7281 REGISTER PK-LAG meski sempat berputar lebih 5 kali di langit Samarinda. Namun, mereka akhirnya juga memutuskan mendarat di Balikpapan.

Selain itu Dwi menyebut Bandara APT PRANOTO karena cuaca buruk ya pak ya jadi Back Wader Visibility tadi 1 KM sesuai dengan ketentuan disaratkan minimal 5 KM dianggap jarak pandang aman sehingga pesawat bisa mendarat karena syarat tidak terpenuhi tadi pesawat 
GARUDA yang mestinya pukul 09.30 WITA mendarat harus Divert ke Balikpapan itu sudah sesuai dengan prosedur jadi kalau dalam penerbangan kalau kondisi tidak memungkinkan.

"Akibat cuaca atau alasan teknis lainnya dimungkinkan untuk Divert ke Bandara terdekat," ungkapnya.

Sebagai informasi, meski belum memiliki beberapa instruktur navigasi seperti lampu runway Bandara APT PRANOTO diresmikan penggunaanya pada tanggal 25 Oktober 2018 oleh Presiden Joko Widodo bahkan pesawat Keprisidenan RI Boeng JET BBJ 2 merupakan pesawat berbadan lebar pertama yang mendarat di Bandara APT Pranoto. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0