21 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Enam Tahun Penantian, Eks Karyawan Kimco Armindo Kembali Tuntut Pembayaran


Enam Tahun Penantian, Eks Karyawan Kimco Armindo Kembali Tuntut Pembayaran
Maryunis, eks Karyawan PT Kimco Armindo (rbaju biru) bersama beberapa rekannya didampingi kuasa hukum pihaknya, Didit Haryadi (dua dari kanan) saat konferensi pers, Selasa, 15 Januari 2019.

KLIKSAMARINDA.COM - Eks karyawan perusahaan tambang PT Kimco Armindo kembali menuntut pembayaran upah sejak di PHK (Pemutu‎san Hubungan Kerja), sejak tahun 2013 lalu.

Melalui konferensi pers, Selasa, 15 Januari 2019, eks karyawan, Maryunis, didampingi beberapa rekan sesama eks karyawan dan kuasa hukumnya, Didit Haryadi menegaskan akan kembali melaporkan perusahaan yang saat ini sudah beralih pemilik saham sebelumnya PT Panji Notonegoro ke PT Garama tersebut.

"Sekali lagi kami menuntut keadilan. Yaitu gaji dan pesangon yang belum terbayarkan," ucap Yunis.

Pun, pihaknya telah melaporkan perihal ini ke Bareskrim Mabes Polri tahun 2017. Namun, hingga kini tak juga mendapatkan titik terang.

Selain itu, status perusahaan di wilayah Segihan Kabupaten Kutai Kartanegara yang dalam proses sengketa tersebut masih beroperasi dan melakukan aktifitas penambangan.

"Saat ini, pertanyaan kami kenapa masih ada kegiatan pertambangan," imbuhnya.

Belum lagi, Didit Haryadi menambahkan, urusan Jaminan Reklamasi (Jamrek), Ijin Pinjam Pakai Hutan (IPPKH) dan royalti diduga belum dibayarkan ke negara.

"Sementara Dinas Pertambangan provinsi dan Dnas Kehutanan memberikan ijin berlayar batubara. Ada apa dengan PT. Kimco armindo, mengapa perusahaan emas hitam ini seakan-akan diberikan hak spesial diantara tambang lainnya," terang Didit.

Didit menyayangkan laporan mantan kontraktor dan eks karyawan pun diduga seakan tak digubris oleh pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Kukar.

Kedepan, pihaknya akan kembali melaporkan secara perdata.

"Kita tetap akan menuntut proses pembayaran gaji selagi menunggu gugatan. Pemprov bersama Polda Kaltim dan Polres Kukar harus menghentikan operasi itu," lanjut Didit.

Untuk diketahui, sebanyak 85 orang eks karyawan PT Kimco Armindo masih menunggu kejelasan pembayar gaji. Dengan jumlah total Rp 31 Miliar. (*)

Reporter : Robbi    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0