23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

PDAM Samarinda Janji Perbaikan Aliran Air Bersih ke Warga


PDAM Samarinda Janji Perbaikan Aliran Air Bersih ke Warga
Suasana hearing Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Perumahan Bukit Temindung Indah bersama anggota DPRD Samarinda beserta aparatur PDAM Tirta Kencana Samarinda, Kamis, 10 Januari 2019.

KLIKSAMARINDA.COM - Kamis, 10 Januari 2018, Kantor DPRD Samarinda mendadak ramai. Ratusan warga yang menamakan diri Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Perumahan Bukit Temindung Indah Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang datang meminta fasilitas DPRD karena minimnya akses air bersih di wilayah mereka.

Pasalnya, sejak bertahun-tahun ini warga sulit untuk mendapat akses air bersih. Selain itu, aliran air hanya diterima secara bergilir dua hari sekali.

Setelah melakukan orasi, ratusan warga lalu diterima oleh anggota DPRD serta Dirut PDAM Tirta Kencana Nor Wahid. Hearing dilakukan diruang paripurna lantai III gedung DPRD Samarinda. Hearing dipimpin Alphad Syarif.

Dalam hearing tersebut, dikeluarkan perjanjian bahwa dalam waktu dekat pihak PDAM Tirta Kencana Samarinda akan mengevaluasi keberadaan boster.

"Langkah tercepat kita akan adakan pompa dan bosternya dengan didahulukan dananya oleh PDAM. Setelah itu baru kita bebankan kepada pengemban atau pemerintah kota," kata Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid.

Selain itu, Wahid menuturkan, selama ini dalam catatan mereka boster diwilayah itu masih kecil baik kapasitas tampung maupun pompa.

Untuk itu, ia berjanji dalam waktu dekat segera mengalirkan air bersih kepada seluruh warga di perumahan tersebut.

Kendati demikian, ia mengunkapkan jika tidak menutup kemungkinan ada beberapa rumah yang nanti tidak terlalu lancar karena mestinya diatur tekanannya.

Wahid menjelaskan, simulasi aliran air akan ditampung di beberapa bak penampungan baru dialirkan kepada warga. Pun, menurut dia, memprediksi pompa harus diganti karena agar tekanan air bisa lebih kuat. Serta untuk memperbesar dorongan agar aliran air semakin lancar pula.

Hal itu mengingat lokasi perumahan ini berada di wilayah perbukitan.

"Kami menduga pendorong agak kurang. Sehingga aliran air disana itu kurang lancar," jelasnya. (*)

Reporter : Robbi    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0