23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hasil Pilrek Unmul 2018 Dianulir, Asnar Siap Maju Lagi


Hasil Pilrek Unmul 2018 Dianulir, Asnar Siap Maju Lagi
Rektorat Univeristas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

KLIKSAMARINDA.COM - Usai Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda telah mengeluarkan putusan pertama perihal gugatan penjaringan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Hakim PTUN juga memerintahkan menganulir Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul, periode 2018-2022.

Dengan putusan PTUN itu, Asnar menyebut dirinya akan kembali maju sebagai calon rektor Unmul jika Pilrek dianulir.

"Ya jelas siap (maju sebagai calon Rektor Unmul)," tutur Asnar, Rabu, 9 Januari 2019 melalui sambungan telepon seluler.

Sebelumnya, putusan itu muncul pasca gugatan Asnar yang juga anggota Senat Unmul sekaligus bakal calon Rektor Unmul kepada ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor Unmul 2018 lalu.

Diketahui PTUN menyatakan batal atau tidak sah, keputusan Senat Unmul Nomor 02/SK/2018 tertanggal 5 Juli 2018 tentang penetapan Senat Unmul, yang memiliki hak pilih dalam rangka penjaringan, penyaringan, dan Pilrek Unmul Periode 2018-2022.

Selain itu, PTUN juga menganulir berita acara rapat senat Unmul bernomor 17/Senat-UM/2018 tertanggal 10 Juli 2018 tentang Penetapan 3 (tiga) Calon Rektor Universitas Mulawarman Periode 2018-2022.

Dalam putusannya, PTUN juga Memerintahkan kepada Tergugat (Ketua Panitia Penjaringan, Penyaringan dan Pilrek Unmul) dengan kewajiban untuk mencabut keputusan tata usaha negara obyek sengketa berupa keputusan senat Universitas Mulawarman Nomor 02/SK/2018 tertanggal 05 Juli 2018 tentang Penetapan Anggota Senat Universitas Mulawarman yang memiliki hak pilih dalam rangka penjaringan, penyaringan, dan Pemilihan rektor Universitas Mulawarman Periode 2018-2022.

Lebih lanjut, Asnar pun menduga pemilihan rektor lalu yang dimenangkan Masjaya calon petahana secara aklamasi punya indikasi politis. Karena jelang injuri time baru aklamasi itu dilakukan. 

"Aklamasi pun kesannya aneh. Aklamasi itu mestinya tidak ada calon. Ini ada calon tiga. Ini lembaga pendidikan. Jangan di politisasi," beber dia. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0