23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Logistik Pemilu di Mahakam Ulu Perlahan Rampung


Logistik Pemilu di Mahakam Ulu Perlahan Rampung
Ketua KPU Mahulu, Florianus Nyurang (Foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memastikan pelaksanaan Pemilihan umum serentak 17 April 2019 berjalan sesuai jadwal. Hal ini dikatakan Kasubag Keuangan Umum Logistik (KUL), KPU Mahakam Ulu (Mahulu), Tri Joko Kuntoro di Kantornya, Kecamatan Long Bagun Ilir, Mahulu, Kaltim.

KlikSamarinda berkesempatan melihat kesiapan logistik pemilu di Kabupaten Mahulu. Logistik tersebut tersusun rapi di dua lokasi tempat tak jauh dari kantor KPU Mahulu.

Satu Ruko berukuran kurang lebih 4x7 meter bertingkat satu itu tersusun sampul surat suara sebanyak 525.218 lembar. Kotak suara berjumlah 570. Menyusul 30 September 2018 tinta sebanyak 206 terkirim di Kabupaten yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia.

"Hari ini (12 Desember 2018) barusan Segel datang via kantor pos, sebanyak 10.922. Dan hologram sebanyak 10.992," ujar Joko sapaannya itu kepada media ini sembari melihat ruko yang dijadikan gudang.

Gudang lainnya berisi bilik suara sebanyak 412. Barang yang didistribusikan dari KPU RI itu masih tertutup plastik transparan berada di rumah panggung sekira 20 meter dari kantor KPU Mahulu.
Bilik suara setiap harinya dicek empat petugas jaga. Dua diantaranya dari petugas kepolisian Long Bagun, Mahulu, Kaltim.
Kebersihan dan penyemprotan racun anti hama serangga rencananya Minggu depan akan dilakukan. Hal ini agar bilik suara yang hanya terbuat dari kertas karton tetap bisa digunakan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di lima Kecamatan Kabupaten Mahulu.

"Kondisi masih sangat bagus," imbuhnya sembari menunjukan bilik suara.

KPU Mahulu punya cara sendiri mendistribusikan logistik ke dua kecamatan yakni, Long Apari dan Long Pangahai. Kedua kecamatan tersebut memiliki jalur transportasi yang cukup sulit dengan medan sungai yang beriam.

Tak mudah menuju lokasi dua kecamatan itu. Untuk mengantisipasi kerusakan berat ketika terjadi hal yang tak diinginkan dalam perjalanan, KPU Mahulu menggunakan jirigen sebagai pelampung bilik suara.

Pasalnya, hanya melalui jalur sungai wilayah perkampungan satu dengan yang lain di Mahulu dapat dilalui. Dengan begitu kebutuhan logistik di TPS dapat terpenuhi.

Untuk itu, KPU Mahulu menggunakan armada speed boat sebagai kendaraan penyalur dengan harga yang cukup mahal. Kedua kecamatan tersebut menelan anggaran Rp30 juta sekali mengantar logistik.

“Satu speed boat untuk dua kecamatan ini, kurang lebih butuh tiga hingga empat speed boat per kecamatan,” terang Joko.

Dia pun mengungkapkan, pada pleno pertama, mereka mencatatkan ada 103 TPS yang disepakati. Namun dalam perjalanan ternyata jumlah pemilih mereka bertambah hingga terkelola dalam 3 TPS tambahan yang baru saja mereka ajukan ke KPU Provinsi.

“Ada penambahan tiga TPS, diluar hasil pleno pertama 103 tps, jadi 106 TPS. Pasti akan mengalami kekurangan. Tiga TPS masing-masing kurang lebih 300 pemilih,” tegas Tri Joko Kuntoro.

Dirinya berharap, sebulan sebelum penyelenggaraan pemilu seluruh logistik bisa masuk ke lokasi kampung Ujoh Bilang, Mahulu, Kaltim. Kendati segalanya sudah cukup siap, segala sesuatu kebutuhan telah komplit terkirim seperti pengajuan tiga TPS tambahan.

"Segala sesuatunya telah rampung, tahapan selalu dilakukan. Semoga hingga pelaksanaannya nanti berjalan sesuai jadwal di Mahulu," timpalnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua KPU Mahulu, Florianus Nyurang kepada media ini, Rabu 12 Desember 2018 di kantor KPU Mahulu, Long Bagun, Mahulu, Kaltim menyebutkan, segala perlengkapan pada saat pelaksanaan pemilu kini tersimpan dalam gudang dengan kondisi yang baik.

Pun dengan segala persoalan yang ada sudah ia sampaikan kepada KPU Provinsi Kaltim. Selama berlangsungnya pemilu kepala daerah Mahulu tahun 2015, Pilkada Kaltim 2018 berjalan dengan baik.

"Selama pemilu di sini (Mahulu) berjalan, tak ada masalah. Pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai petunjuk teknis KPU RI dan Provinsi Kaltim," pungkasnya. (*)




Comments

comments


Komentar: 0