18 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pertamina Kerjasama dengan PT Rekayasa Industri Dalam Proyek Kilang RDMP Balikpapan


Pertamina Kerjasama dengan PT Rekayasa Industri Dalam Proyek Kilang RDMP Balikpapan
Penandatanganan Kontrak antara PT Pertamina (Persero) dan Joint Operation (JO) untuk proyek EPC ISBL-OSBL RDMP Balikpapan, Senin 10 Desember 2018 di Jakarta.

KLIKSAMARINDA.COM - PT Rekayasa Industri (Rekind) yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang penyediaan jasa EPCC (Engineering, Procurement, Construction, Commisioning) kembali dipercaya mengemban amanah negara melalui PT Pertamina (Persero).

Bukti disematkannya amanah tersebut ditandai dengan ditandatanganinya "Kontrak antara PT Pertamina (Persero) dan Joint Operation (JO) untuk proyek EPC ISBL-OSBL RDMP Balikpapan." Penandatanganan kontrak dilaksanakan di Kantor Pusat PT Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur 1A, Jakarta Pusat, Senin 10 Desember 2018.

Rekind yang tergabung dalam JO bersama tiga perusahaan besar di bidang EPC dan infrastruktur ini ditunjuk sebagai pemenang dalam tender EPC Inside Battery Limit (ISBL) dan Outside Battery Limit (OSBL) RDMP Project RU-V Balikpapan.

"Kepercayaan yang diberikan PT Pertamina kepada Rekind melalui joint operation ini merupakan kebanggaan buat kami, karena bisa ikut ambil bagian dari program pemerintah dalam upaya mewujudkan Ketahanan Energi. Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan ini kami akan terus memberikan yang terbaik melalui berbagai inovasi dan komitmen untuk bisa memberikan manfaat optimal bagi negara," ujar Direktur Utama Rekind, Yanuar Budi Norman.

Dalam proyek EPC Inside Battery Limit (ISBL) dan Outside Battery Limit (OSBL) RDMP Project RU-V Balikpapan ini, pengerjaan JO difokuskan pada sejumlah apsek pengerjaan. Di antaranya mengolah residu (produk dengan nilai rendah) menjadi BBM berkualitas tinggi dan meningkatkan kualitas bahan bakar diesel/solar dengan mengurangi kandungan sulfur, sehingga lebih ramah lingkungan serta menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan tinggi.

Memperoleh amanat besar negara bukan baru kali pertama diterima Rekind. Perusahaan yang berdiri sejak 12 Agustus 1981 ini, sebelumnya juga pernah terlibat dalam pengembangan kilang di Indonesia. Rekind juga ikut andil dalam pembangunan fasilitas pemrosesan minyak tanpa timbal pertama di Indonesia melalui Proyek Balongan Blue Sky di Kilang Balongan, Jawa Barat. Sehingga, untuk pertama kalinya, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Di tahun 2008 Rekind juga pernah dipercaya untuk mengerjakan proyek Residue Catalytic Cracking Off gas to Propylene Project (ROPP) yang juga milik Pertamina untuk Kilang Balongan. Melalui proyek yang dikenal dengan pemanfaatan gas buang tersebut, mampu mengubah gas buangan tidak terpakai yang berasal dari kilang minyak menjadi propylene (bahan baku plastik) yang bernilai tinggi.

Selain mengurangi lebih dari 50% impor bahan baku plastik nasional, Proyek ROPP berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi karena bangsa Indonesia kini memiliki teknologi RCC Offgas to Propylene pertama di dunia. Proyek ini menghidupkan kembali industri petrokimia yaitu poly-propylene maupun derivative lainnya.

Untuk kilang RU VI Balongan di tahun 2016, Rekind dipercaya Pertamina untuk melaksanakan pembangunan pipanisasi Bawah Laut-Subsea Pipeline dan Single Point Moring (SPM). SPM disini merupakan sarana terapung tempat bertambatnya kapal di lepas pantai, yang sekaligus berfungsi sebagai penyalur minyak dari atau ke kapal yang tertambat.

Di tahun 2007 Rekind juga memiliki andil dalam Revamp Unit Produksi Residu Catalytic Cracking (RCC) yang merupakan instalasi awal di Kilang pengolahan atau Refinery Unit (RU) VI Balongan milik Pertamina. Tugas yang dipercayakan kepada Rekind adalah menaikkan produksi steam melalui Catalyst Cooler CO Boiler dan produksi propylene. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0