20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Soal Korban Tewas di Bekas Tambang Batubara, Begini Tanggapan Politisi dan Birokrat Kaltim


Soal Korban Tewas di Bekas Tambang Batubara, Begini Tanggapan Politisi dan Birokrat Kaltim
Sofyan Hasdam (kiri) dan Wahyu Widhi Heranata (kanan)

KLIKSAMARINDA.COM – Masyarakat, terlebih di Kalimantan Timur (Kaltim), kembali berduka. Pasalnya, lubang tambang yang menganga menewaskan Ari Wahyu Utomo (13), di Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar, Kaltim 4 November 2018, saat Ari bermain bersama delapan kawannya.

Sebelumnya, bocah itu bersama dengan teman-temannya usai berolahraga sekitar 400 meter dari lubang tambang tanpa adanya plang peringatan dan pos penjagaan sekuriti.

Setelah dikroscek, lubang tambang yang belum direklamasi itu milik PT Bukit Baiduri Energi (BBE). Tercatat sisa kejayaan industri Batubara di Kaltim tersebut telah menewaskan 31 korban jiwa.

Menanggapi hal itu, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kaltim, Andi Sofyan Hasdam mengatakan, peristiwa nahas itu mesti dimaknai sebagai refleksi bersama utamanya Pemrov Kaltim, pengusaha tambang, dan masyarakat. 

Urusan pertambangan batubara sejak beberapa tahun ini dilimpahkan kepada Pemerintah Provinsi. Dengan begitu, Pemrov Kaltim bertanggung jawab untuk kembali melakukan langkah tepat dan terukur untuk menyelamatkan warganya dan denyut nadi perekonomian Kaltim di sektor rill.

”Mulai dari persyaratan izin pertambangan batubara, pengawasan dan jaminan reklamasi jadi praktik kerja konkrit Pemprov Kaltim. Jangan sampai sistem melekat ini diabaikan,” kata Hasdam sapaanya itu kepada media ini, 7 November 2018.

Sebagai seorang tenaga medis di RS Daerah A Wahab Syahranie, Walikota Bontang dua periode itu menjelaskan, dalam kandungan kolam pasca penambangan terdapat zat kimia yang cukup berbahaya yakni, arsenik, merkuri, timbal serta Kadmiun.

Dengan begitu, penutupan lubang pasca galian mesti dilakukan perusahaan tambang. Hal itu,sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2010, tentang Reklamasi dan Pascatambang.

”Kebijakan reklamasi pasca tambang wajib dilakukan,itu sudah ada peraturannya mengatur,” imbuhnya.

Terpisah, menanggapi akan jatuhnya korban jiwa, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengatakan, tim Investigasi ESDM telah menyatroni tempat kejadian perkara (TKP) konsesi PT BBE.

Hasilnya belum dapat dipastikan, apakah perusahaan tersebut benar secara sengaja melanggar aturan. Usai kejadian di Tenggarong Seberang, pihak ESDM tak ingin kecolongan korban jiwa lagi.

Mantan orang Dishut tersebut akan menyasar titik-titik penambangan di daerah-daerah rawan yang dekat dengan permukiman warga.

”Kecamatan Palaran konsesi PT ECI akan kami sidak dalam waktu dekat. Kami tak ingin kejadian ini terulang kembali,” terangnya. (*)

Reporter : Yoyok     Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0