20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ditinggal Pindah, Penjaga Rumah di Samarinda Nekat Menjual Isi Rumah Majikan Sendiri


Ditinggal Pindah, Penjaga Rumah di Samarinda Nekat Menjual Isi Rumah Majikan Sendiri
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Polisi di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menangkap Tono (29), seorang penjaga rumah di sebuah kawasan perumahan elit di Jalan PM Noor, Samarinda.

Perkaranya, Tono nekat menjual barang-barang milik majikannya sendiri tanpa sepengetahuan sang majikan yang telah 3 tahun memberikan kepercayaan sebagai penjagai rumah kepadanya.

Perilaku Tono ini bermula sejak 3 bulan lalu, ketika sang majikan, Darmono (44) pindah dan menjadi warga di DKI Jakarta dan berniat menjual rumah tersebut. Sejak itulah, saat rumah ditinggal pindah sang majikan, Tono menjual satu per satu barang milik majikannya itu.

Barang-barang seperti springbed, lemari, meja, motor, televisi, hingga pagar besi rumah dijualnya tanpa sepengetahuan sang majikan. Total kerugian dari pemilik barang sekitar Rp50 juta.

Tono memang nekat menjual isi rumah sang majikan demi kepentingan pribadi. Padahal, sang majikan telah mengajinya setiap bulan dan memberinya kesempatan untuk tinggal di rumah sang majikan.

Namun, Tono malah mengkhianati kepercayaan majikannya itu. Dalam praktiknya, Tono melakukan penjualan barang-barang milik majikan tidak secara langsung dari rumah tempat barang-barang itu berada.

Sebelum menjualnya, Tono menitipkan barang-barang yang akan dijualnya di rumah salah seorang temannya. Ketika ada pembeli, maka transaksi berlangsung di rumah koleganya tersebut untuk mengelabui tetangga.

Tono beralasan, perilakunya menjual barang-barang milik majikan itu untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Selebihnya, uang hasil penjualan barang-barang itu dia gunakan untuk membeli pakaian dan mengunjungi tempat prostitusi.

“Untuk beli baju dan kebutuhan hari-hari. Saya dapat gaji, tapi dikasihkan ke ibu karena saya tulang punggung keluarga,“ ujar Tono, Kamis 8 November 2018.

Tapi, dari hasil penyelidikan kepolisian, ada fakta lain yang menjadi motivasi Tono menjual barang-barang dari rumah yang dijaganya itu. Menurut Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Wawan Gunawan, pelaku menggunakan hasil penjualan barang-barang milik majikannya karena dua alasan.

Pertama, karena Tono memiliki pacara di sebuah lokalisasi prostitusi di Samarinda sehingga Tono membutuhkan uang untuk berkencan. Alasan kedua adalah karena Tono juga seorang pengguna narkotika.

“Alasan pelaku menjual barang tersebut karena pelaku mempunyai pacar di tempat lokalisasi yang tiap hari minta dikunjungi. Uangnya digunakan untuk booking dan digunakan untuk beli narkotika,“ ujar Iptu Wawan.

Tono kini meringkuk dalam sel penjara. Tono terancam melanggar pasal 362 jo 363 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0