20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jurnalis Beri Masukkan Konstruktif Soal Pemberhentian Rujukan Online


Jurnalis Beri Masukkan Konstruktif Soal Pemberhentian Rujukan Online
Jurnalis media baik cetak maupun elektronik datang dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Samarinda Octovianus Ramba dan jajaran, Jumat, 02 November 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Hujan siang itu tak menyurutkan semangat para awak media untuk menggeruduk Kantor Cabang Samarinda BPJS Kesehatan pada Jumat, 02 November 2018. Baik jurnalis media baik cetak maupun elektronik datang dan ditemui langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Samarinda Octovianus Ramba. Kehadiran para awak media bukan tanpa alasan, namun dalam rangka memenuhi undangan pertemuan garapan dari Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik Kantor Cabang Samarinda BPJS Kesehatan. Pertemuan tersebut bermaksud untuk menjalin kerja sama dan memberikan informasi kepada media tentang program-program dan perkembangan terkini perjalanan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Terkait perkembangan BPJS Kesehatan terkini paling tidak ada dua program unggulan dari BPJS Kesehatan, yaitu sistem rujukan online dan Mobile JKN. Kedua inovasi BPJS Kesehatan tersebut dibuat untuk memberi kemudahan dan kepastian dalam mengakses layanan kesehatan dan layanan administrasi BPJS Kesehatan,” terang Octo.

Ia menerangkan, sistem rujukan online dibangun dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dan kepastian bagi peserta JKN-KIS dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan dan indikasi medis. Ujicoba sistem rujukan onlinetelah dilakukan sejak 15 Agustus dan selesai pada 31 Oktober 2018. 

"Dalam masa uji coba yang telah berlangsung 2 bulan ini, banyak sekali masukan-masukan konstrukstif dari fasilitas kesehatan, pemerintah, peserta maupun pemangku kepentingan lainnya terhadap beberapa kondisi kasuistik yang menjadi tantangan di lapangan,” jelas Octo.

Lebih lanjut Octo menjelaskan, hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem aplikasi onlineyang selama ini digunakan seperti P-Care di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Vclaim Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) berjalan dengan baik. FKTP juga semakin mudah dalam menentukan tujuan rujukan karena informasi jadwal praktek dokter spesialis/subspesialis yang lebih up to date serta terdapat tanggal pilihan berkunjung ke FKRTL. Hasil lain yang cukup memberikan dampak adalah terjadi pergeseran proporsi pelayanan yang biasanya menumpuk di rumah sakit kelas A dan kelas B, kini bergeser ke rumah sakit kelas C dan kelas D.

Octo menjelaskan di wilayah kerja Kantor Cabang Samarinda yang terdiri dari enam kabupaten dan kota, ia tak menampik di wilayah kerjanya dari 280 FKTP masih ada 21 fasilitas kesehatan belum terjangkau jaringan komunikasi data yang terletak di wilayah pedalaman, tentu BPJS Kesehatan memiliki kebijakan untuk terus memberi pelayanan dengan sistem rujukan manual. Octo tetap mendorong seluruh faskes di wilayah kerjanya dapat terjangkau jaringan komunikasi data dan mengimplementasikan sistem rujukan online.

Di akhir pertemuan, Octo berharap pertemuan dengan awak media ini selain sebagai wadah menjalin silaturahmi. Ia juga berharap terjadi komunikasi dua arah antara BPJS Kesehatan dan media, sehingga berita di media dapat menjadi sumber informasi yang benar dan berimbang bagi masyarakat.

"Semoga BPJS Kesehatan sering mengadakan kegiatan ini, karena banyak sekali informasi penting yang bisa kita peroleh," ujar salah satu wartawan dari media massa setempat, Rusdi. (Adv)

Reporter : Humas Ej    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0