20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, BNNP Kaltim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Kaltim Yang Telah Buron 10 Bulan


Nah, BNNP Kaltim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Kaltim Yang Telah Buron 10 Bulan
Pemusnahan barang bukti sabu seberat 65 gram bruto dengan blender di Kantor BNNP Kaltim, Jumat 19 Oktober 2018 (Foto: BNNP Kaltim)

KLIKSAMARINDA.COM - Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) menangkap buronan bandar sabu yang telah melarikan diri selama 10 bulan. Petugas BNNP Kaltim juga menangkap jaringan buronan tersebut beserta sejumlah barang bukti narkoba.

Petugas BNNP Kaltim menangkap buronan yang bernama Haryanto alias Bolong itu di rumah kosnya di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), 8 Oktober 2018, dengan barang bukti 16 poket sabu-sabu seberat 22,52 gram. Haryanto merupakan warga Jalan Kapal Pinisi IV, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Kota Bontang.

Sebelumnya, 10 bulan lalu, petugas BNNP Kaltim sempat menangkap Haryanto, namun waktu itu, Haryanto melarikan diri. Haryanto juga dikenal licin menjualbelikan barang haram itu karena selalu berpindah-pindah tempat.

Selain menangkap Bolong, petugas BNNP Kaltim juga menangkap dua orang tersangka lainnya, yaitu Samri Sauf dan Firman pada 26 Agustus 2018.

Pada Jumat siang, 19 Oktober 2018 lalu, Haryanto bersama jaringannya, Samri Sauf dan Firman memusnahkan barang bukti sabu seberat 65 gram bruto dengan blender di Kantor BNNP Kaltim.

Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon memberikan keterangan jika pelaku diduga menjadi perantara jual beli, menyimpan, menguasai, serta menyediakan narkotika jenis sabu-sabu di Bontang, Marangkayu Kutai Kartanegara, hingga Samarinda.

Menurut AKBP Tampubolon, para pengedar narkoba lintas wilayah di Kaltim ini mendapatkan barang haram itu dari Negeri Jiran, Malaysia. Mereka kemudian menyelundupkanya melalui perjalanan darat ke Bontang.

“Pekerjaan swasta yang macam-macam. Dia sebagai pedagang, tetapi juga melakukan pemasaran di Bontang, Marangkayu, Badak, dan ini ada hubungannya dengan Samarinda termasuk Sanga-sanga,“ ujar AKBP Tampubolon.

Haryanto beserta jaringannya kini mendekam di sel tahanan dan dikenakan pasal 114 ayat satu, pasal 132 ayat satu, dan pasal 112 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ketiganya terancam hukuman penjara minimal 5 tahun hingga seumur hidup. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0