23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mengungsi ke Samarinda, Korban Dampak Gempa Sulteng Masih Trauma


Mengungsi ke Samarinda, Korban Dampak Gempa Sulteng Masih Trauma
Pengungsi asal Sulteng di Samarinda (Foto: dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Jumlah pengungsi jumlah pengungsi korban gempa dan tsunami asal Sulawesi Tengah (Sulteng) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terus bertambah. Saat ini, Selasa 9 Oktober 2018, jumlah pengungsi dari Sulteng berjumlah sekitar 154 orang.

Salah satnya Thamrin, seorang pengungsi korban terdampak gempa asal Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dia menjalani perawatan medis di RSU AW Syahraie Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Korban bernama Thamrin (61) mengungsi ke Samarinda setelah rumahnya di Palu mengalami kerusakan parah akibat gempa berkekuatan 7,4 skala Richter, Jumat 28 September 2018 lalu.

Kondisi Thamrin, hingga Selasa 8 Oktober 2018 terus memburuk. Ia kemudian dievakuasi dengan menggunakan sebuah mobil pemadam kebakaran pada Selasa siang ke RSU AW Syahranie untuk mendapatkan perawatan.

Thamrin mengungsi bersama 8 orang keluarganya dan 5 orang anak-anak, serta 2 balita. Thamrin tiba di Kaltim melalui kota Balikpapan, Rabu 3 Oktober 2018 lalu, menggunakan Hercules. Bersama kerabatnya, Thamrin kemudian melanjutkan perjalanan melalui darat menuju Samarinda.

Setelah sampai di Samarinda, pihak kerabat menampung mereka di sebuah rumah Type 36 di Perumahan Talang Sari. Karena kondisi rumah sempit, membuat tuan rumah membuat tenda di halaman. Thamrin mengaku nyaman berada di tempat itu karena jauh dari rasa trauma bencana gempa.

Thamrin mengaku ia tertimpa material bangunan rumahnya saat gempa mengguncang Palu. Namun, warga sekitar membantunya sehingga ia tertolong.

Seorang anak Thamrin, Arifka menyatakan, dirinya masih trauma dengan bencana gempa yang dialami di Palu. Rumah hancur, serta tidak layak huni.

"Trauma waktu itu. Rumah hancur. Di sana masih gempa, makanya sudah hancur tidak layak huni rumahku lagi. Rencana kembali insya allah. Karena masih trauma kita," ujar Arifka.

Kota Samarinda juga menjadi kota tepat pengungsian korban gempa Donggala, Sulteng. Sebanyak 32 jiwa mengungsi ke Samarinda dan tiba sejak Senin malam, 8 Oktober 2018.

Para pengungsi ini menginap di rumah salah seorang kerabat mereka di Jalan Proklamasi II, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Mereka langsung terpantau petugas BPBD dan PMI Samarinda sehingga menerima penanganan optimal.

Rustam, satu satunya pria yang ikut dalam pengungsian ini mengatakan, mereka datang ke Samarinda untuk menghilangkan trauma. Kondisi di Palu yang hingga saat ini masih bergetar membuat ia dan keluaga memutuskan untuk meninggalkan kota itu.

"Kondisi saat ini kalau lansia masih sering kaget. Alhamdulillah sampai di sini sudah agak tenang. Kalau ibu hamilnya masih dalam kondisi sehat. Dari sana ada 32 jiwa. Kondisi di sana masih belum stabil," ujar Rustam.

Berikut data dan lokasi pengungsi korban Gempa-Tsunami yang masuk samarinda hingga hari ini, Selasa, 9 Oktober 2018, pukul 14.56 WITA yang dirilis Info Taruna.

1. 21 warga berada di Palaran
2. 30 warga berada di Sungai Pinang
3. 13 warga berada di Talang Sari
4. 20 warga masuk melalui pelabuhan samarinda pada hari Senin, 8 oktober 2018, jam 12.10 Wita, kapal KM Aditya, dan tersebar di Muara Kaman, Balikpapan dan Muara Badak.
5. 7 warga berada di Kelurahan Sungai Kapih, Sambutan
6. 3 warga berada di Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu
7. 11 warga berada di Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu
8. 6 warga berada di Lok Bahu, Sungai Kunjang
9. 3 warga berada di Kel. Gunung Kelua, Samarinda Ulu.
10. 3 warga berada di kel. Karang Anyar, Sungai Kunjang.
11. 37 warga baru tiba sekitar pukul 15.35 Wita di KODIM 0901/Samarinda, diterima langaung Dandim Letkol Inf Bahrodin, selanjutnya para pengungsi ditampung ke berbagai lokasi di Samarinda. (*)

Reporter : Jie    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0