23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Bantu Korban Terdampak Gempa, Perusahaan Tambang di Kaltim Kirim Alat Berat ke Sulteng


Bantu Korban Terdampak Gempa, Perusahaan Tambang di Kaltim Kirim Alat Berat ke Sulteng

KLIKSAMARINDA.COM - Bantuan warga Kalimantan Timur (Kalim) terhadap korban terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus datang bergantian. Terbaru, Kaltim mengirimkan 14 unit alat berat untuk membantu proses evakuasi dan rehabilitasi korban bencana gempa dan tsunami di Sulteng sinergi atas Polda Kaltim dan perusahaan tambang batubara.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto dan Dandim 0901 Samarinda, Letkol Infateri M. Bahrodin, melepas pengiriman pinjaman alat berat yang diangkut ponton ASL 89 ditarik Tug Boat Danny 10. Pelepasan berlangsung di dermaga Pelabuhan Samarinda, Senin siang, 8 Oktober 2018.

Tugboat Danny 10 akan mengirimkan 14 unit alat berat tersebut ke Pelabuhan Pantaloan, Palu. Ke-14 unit alat berat tersebut antara lain 3 unit eksavator, 3 dozer, 3 unit dum truck, dan 3 unit kendaraan roda empat double gardan, krainbas, dan sejumlah peralatan lainnya yang digunakan untuk membantu pencarian korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Seluruh alat berat tersebut merupakan bantuan dari erusahaan pertambangan batubara yang beroperasi di Kaltim. Salah satu perusahaan penyumbang bantuan alat berat tersebut adalah Bayan Group.

Perwakilan Bayan Group yang meminjamkan alat berat mengaku peminjaman 14 unit alat berat merupakan komitmen perusahaan terhadap kepentingan negara. Humas Bayan Group, Sahabudin mengaku sebagai salah satu perusahaan yang bernaung di bawah Kementerian ESDM, pihaknya merasa memiliki kewajiban untuk ikut membantu para korban bencana gempa dan tsunami di Sulteng.

Selain mengirimkan alat berat, mereka juga membawa seluruh kebutuhan logistik tim termasuk bahan bakar dan air bersih. Sebelumnya, perusahaan ini juga pernahmengirimkan pinjaman alat berat untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Di Lombok, kita harus mandiri. Tidak bisa ketergantungan dengan satgas. Jadi kalau perlu, kita harus memang bergerak sendiri,“ ujar Sahabuddin.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto mengatakan seluruh alat berat ini nantinya akan diserahkan kepada Posko Penanggulangan Bencana di pusat. Pembagian spot diperlukan karena wilayah kerusakan dampak gempa dan tsunami yang cukup luas.

Ini tergantung dari permintaan Satgas. Di sana, kan ada satgas, jadi kita harus kawal dan monitoring terus di sana. Karena kita ada satgas sendiri di sini nanti. Biar konek/ salah satunya bisa evakuasi bisa juga untuk mencari sodara-sodara kita korban-korban atau jenazah jenazah yang meninggal, ujar Kombes Pol Rivianto. (*)

Reporter : Jie    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0