20 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Suparno: Redam Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu


Suparno: Redam Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno

KLIKSAMARINDA.COM - Kendati pembangunan masjid di eks Lapangan Kinibalu terus berlanjut, gelombang penolakan pembangunan masjid yang berlokasi kurang dari 50 meter dari Kantor Gubernur Kaltim tersebut juga terus bermunculan. Terahir, warga memaksa Pemprov Kaltim menghentikan proses pembangunan masjid tersebut pada 1 Agustus 2018

Adanya masjid dari APBD Pemprov Kaltim senilai Rp73,8 miliarini juga masih menuai pro-kontra. Semisal, dimulainya pembangunan sebelum berkas Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selesai dikeluarkan BPMTSP Samarinda.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi anggota DPRD Samarinda. Hal ini berkaitan dengan adanya kewenangan pemberian izin pembangunan yang ada di Pemkot Samarinda.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno menjelaskan, secara hukum seharusnya berkas perizinan telah selesai terlebih dahulu sebelum dimulainya pembangunan. Pasalnya, saat ini legalitas pembangunan masjid di Lapanga Kinibalu masih tersisa tanda tangan Walikota Syaharie Jaang.

"Sebaiknya ditunda dulu sampai berkas perizinannya selesai," ucapnya pada KlikSamarinda, Rabu, 8 Agustus 2018 di ruangannya.

Lagi pula, saat ini DPRD Kaltim telah mengesahkan anggaran untuk mendirikan masjid tersebut dalam APBD.

"Artinya itu telah sah menurut Undang-undang” kata politisi PAN ini.

Menurut Suparno, pembangunan masjid tersebut akan memunculkan polemik baru jika sampai dibatalkan.

"Kalau itu dibatalkan, apakah itu tidak bakal menimbulkan polemik baru?" tanyanya.

Pun, agar polemik soal cagar budaya itu tidak semakin berkepanjangan, Suparno menyarankan masjid tersebut menggunakan nama Masjid Kinibalu.

"Agar label cagar budaya Kinibalu juga terus ada. Hanya fungsinya saja yang berbeda," terangnya.

Menurutnya, permintaan Gubernur Awang Faroek Ishak juga dapat terakomodir dan permintaan cagar budaya tetap ada. Serta tetap tidak melupakan sejarahnya yang dimiliki Lapangan Kinibalu.

Saat ini, Pemprov Kaltim tengah menggelar pooling untuk menentukan nama bagi masjid tersebut. Tiga nama telah ditetapkan oleh Pemprov Kaltim untuk penamaan masjid yang diusulkan dalam polling.

Tiga nama tersebut adalah Masjid Al-Faruq, Masjid Al-Furqon, dan Al-Amin di website Pemprov Kaltim. Polling ini telah dimulai sejak 30 Juli hingga 3 September 2018. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0