23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kejaksaan Negeri Kubar Terima Uang Pengembalian Hasil Korups Dana Hibah Rp3,5 M


Kejaksaan Negeri Kubar Terima Uang Pengembalian Hasil Korups Dana Hibah Rp3,5 M
Kejaksaan Negeri Kutai Barat merlis uang hasil pengembalian dari terdakwa asus korupsi dana hibah,Kamis 19 Juli 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Kejaksaan Negeri Kutai Barat (Kubar) merilis uang pengembalian dari hasil kasus korupsi dana hibah sebesar Rp3.5 miliar, dari salah satu terdakwa yaitu Prof. Thomas Susadia Sutedjowijaya, pemilik Stienas Colorado, Samarinda.

Pengembalian uang tersebut berkaitan dengan kasus orupsi dana hibah sebesar Rp18,5 miliar yang mengalir di tiga yayasan pendidikan di Kubar, yakni Yayasan Pendidikan Sendawar Sejahtera, Sekar Alamanda, dan Permata Bumi Sendawar.

Rilis ini berlangsung di Kantor Cabang BRI Sendawar, Kecamatan Melak, pukul 10.30 WITA, Kamis, 19 Juli 2018.

"Selain itu kami juga melakukan penyitaan aset sebagai pengembalian kerugian uang negara, berupa tanah dan bangunan yang tadinya seolah olah akan digunakan sebagai bangunan sekolah, yang nantinya akan di hitung bersama pengembalian kerugian uang negera sebesar Rp 3.5 miliar. Setelah putusan hakim sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), beberapa aset dan uang tersebut dirampas untuk negera (sekiu) Pemprov Kaltim," tegas Kejari Kubar,Syarif Sulaeman Nahdi, kepada wartawan.

Syarif menyatakan kualitas penanganan perkara tersebut tidak hanya dinilai dari jumlah pengembalian kerugian uang negara. Kualitas juga diukur berdasarkan nilai keuangan negara yang berhasil dipulihkan.

"Sebelumnya ada pengambilan uang negara saat dilakukan pemeriksaan dari BPK Kaltim sebesar Rp5.8 miliar, ditambah dengan pengembalian Rp3.5 miliar menjadi Rp9.3 miliar. Ditambah dengan nilai aset berupa tanah dan bangunan yang disita, tersisa kerugian negara yang harus dikembalikan terdakwa sebesar Rp 4,9 miliar," tandasnya. Sisa kerugian negera tersebut harus dikembalikan terdakwa.

"Nanti setelah mempunyai patokan hukum tetap dan apabila hakim seteju dengan kami, maka dalam waktu satu bulan yang terdakwa harus melunasinya. Jika tidak, maka sisa aset yang lainnya akan disita untuk melunasi kerugian negera," tukasnya.

Lanjut dia, sidang putusan kasus tersebut akan dilaksanakan pada 30 Juli mendatang di Pengadilan Tipikor Kaltim.

"Terdakwa Profesor Thomas Susadia Sutedjowijaya dituntut pidana penjara 10 tahun dengan uang pengganti Rp 4.9 miliar. Apa bila tidak dapat membayar maka diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun, lalu terdakwa lainya, yaitu Faturrahman dikenakan tuntutan 9 tahun penjara tampa dikenakan uang pengganti," pungkasnya. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0