23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Miris, 3 Tahun Kutai Kartanegara Belum Rampung Bangun SMPN 1 Tenggarong


Miris, 3 Tahun Kutai Kartanegara Belum Rampung Bangun SMPN 1 Tenggarong
Pembangunan SMP Negeri 1 Tenggarong, Kukar (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Sejak dibongkar total pada tahun 2015 lalu, pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong belum tampak geliatnya hingga kini. Akibatnya, siswa terpaksa menumpang di sekolah lain untuk belajar secara bergantian.

Pun, civitas SMPN 1 Tenggarong hanya mendapat jatah waktu dari jam 14.00 Wita s.d sekitar 17.30 Wita. Fenomena itu akhirnya mendorong salah satu alumni SMPN 1 Tenggarong, Bayu Eka Yulian untuk bersuara.

Melalui akun Facebook-nya, Bayu, sapaannya mengunggah tulisan yang bartajuk "NASIB GEDUNG SMPN1 TGR: NEGARA CUMA BISA BONGKAR?" 28 Mei 2018. Dalam tulisannya, ia menyerukan seruan kepada alumni untuk bergerak dan memikirkan nasib almamaternya serta kritik terhadap pemerintah.

Bayu juga mengajak alumni dan masyarakat untuk melakukan gerakan pengumpulan koin sebagai bentuk kritik lembut terhadap pemerintah. Tulisan itu mendapat ratusan like dan komentar dari alumni, kolega, dan netizen luas hingga saat ini.

"Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan," tulisnya.

Bayu mengajak untuk segera bergerak dan tak perlu menyoal siapa yang harus dipersalahkan.

Bayu yang juga dosen salah satu kampus di Bogor dan Kandidat Doktor itu, mengatakan ada nalar perencanaan yang keliru. Baginya istilah "Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan," terjadi dalam trajektori proyek infrastruktur pendidikan ini.

Menurut dia, jika negara sudah berani bongkar total gedung itu, artinya perencanaan ke depan harusnya sudah jelas.

"Nah ini gedung sudah dibongkar total tapi selama 3 tahun nihil pembangunan. Ada yang salah dari proses ini. Tapi saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, katanya. Mari kita berjuang bersama. Kasian anak-anak SMPN 1 Tenggarong harus belajar dalam suasana yang kurang nyaman," ungkapnya.

Apalagi, saat ini para alumni SMPN 1 Tenggarong yang tegabung dalam wadah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMPN 1 Tenggarong telah melakukan Musyawarah Besar IKA SMPN 1 Tenggarong pada 7 Juli 2018 lalu. Gunanya, sebagai respon terhadap kebutuhan untuk mengorganisir alumni dalam rangka menguatkan jejaring untuk mendukung perjuangan.

Dari mubes tersebut, terpilih Safliansyah, SH, MH yang merupakan dosen Universitas Kutai Kartanegara sebagai Ketua IKA SMPN 1 Tenggarong.

Pun, pasca Mubes, pada 8 Juli 2018 Sekretaris IKA SMPN 1 Tenggarong, Mahendra, didukung oleh alumni lintas angkatan, para guru, dan siswa melakukan aksi simpatik pada arena Caf Free Day di Tenggarong. Aksi diisi dengan mengumpulkan tanda tangan, sebagai bukti dukungan moral kepada SMPN 1 Tenggarong.

Aksi juga sekaligus meminta pemerintah untuk segera bertanggungjawab mempercepat pembangunan Gedung SMPN 1 Tenggarong.

"Kami akan tunggu respon pemerintah atas permasalahan ini. Jika tidak ada tanda-tanda progresif dan cepat-cerdas kami akan tempuh jalur lain untuk perjuangan ini," tegas Bayu. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0