20 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tim Sarung Samarinda Memukau Turis Asing Saat Tampil di Solo Batik Carnival 2018


Tim Sarung Samarinda Memukau Turis Asing Saat Tampil di Solo Batik Carnival 2018
Penampilan delegasi Samarinda Sarung Carnival dalam Solo Batik Carnival 2018 (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Tim Samarinda Sarung Carnival (SSC) tampil percaya diri walaupun masih junior pada even besar Solo Batik Carnival (SBC) XI tahun 2018 yang Grand Festival. Dalam gelaran yang berlangsung Sabtu, 14 Juli 2018 di Stadion Sriwedari Solo, tim Sarung Samarinda turut memeriahkan event tersebut.

"Kami memang baru belajar dan partisipasi di SBC XI ini. Tapi Alhamdulillah, sambutan panitia dan warga Solo sangat luar biasa membuat kami jadi bangga," kata Muhammad Faisal kepala Dinas Pariwisata kota Samarinda yang memimpin Tim, Senin 16 Juli 2018.

Dengan menampilkan kostum unik memadukan corak motif sarung samarinda, SSC kali ini mengenalkan karya SMK Farmasi Samarinda dengan busana Lembuswana, Panahan, Kantong Semar dan Sampe.

"Cukup menyita perhatian publik Solo. Mudahan kerjasama ini terus berlanjut," ujar Faisal.

Setelah upacara pembukaan digelar di Stadion Sriwedari peserta berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi. Hingga berakhir di Benteng Vastenburg yang berjarak sekitar 3 kilometer.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, karnaval itu menunjukkan keragaman budaya di Indonesia. Karena itu, keragaman ini mesti dipahami sebagai kekayaan budaya di Indonesia.

"Keragaman budaya harusnya dipahami sebagai sebuah kekayaan," ucapnya yang juga mengenakan pakaian karnaval dalam acara itu.

Bahkan beberapa VIP tampak mengenakan kostum sejenis pula.

Salah satu penonton asal Malaysia, Gin Wong mengapresiasi para peserta SBC XI. Ia mengagumi kreativitas peserta dan semangatnya mengenakan kostum berukuran raksasa untuk pawai dengan rute panjang.

Gin paling terkesan dengan defile Dayak Borneo. Menurutnya yang pernah datang ke Kalimantan, karya itu cukup merepresentasikan suku Dayak. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0