17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Keren, Samarinda Sarung Carnival Tampil di SBC 2018


Keren, Samarinda Sarung Carnival Tampil di SBC 2018
Dua diantara yang akan tampil di SBC 2018, penampilan saat SSC 2018 (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Dalam upaya terus mempromosikan sarung Samarinda berbagai cara dan kreativitas telah dilakukan. Salah satunya adalah secara rutin melaksanakan kegiatan Samarinda Sarung Carnival (SSC) bersamaan dengan perayaan HUT Kota Samarinda,

“Nah, sudah saatnya pula SSC ini tampil di kancah nasional bersaing dengan kota-kota lain yang memang lebih dahulu eksis sambil terus belajar dan menambah wawasan. Tahun ini, sengaja kami pilih Solo Batik Carnival tanggal 11-15 Juli 2018,” kata Muhammad Faisal, Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, melalui, Kamis 12 Juli 2018.

Walaupun dengan keterbatasan anggaran, namun dengan semangat, tekad, dan dukungan banyak pihak, tahun ini sarung Samarinda bisa ikut dalam event nasional yang juga masuk salah satu dari 100 Wonderful Event Indonesia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga tim ini bisa berkarya di event nasional, sekaligus mempromosikan sarung Samarinda dan kota Tepian,” lanjut Faisal.

Peserta SBC tahun ini terbagi dalam 8 defile. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa bagian utara, Lombok, dan yang terbanyak dari Kota Solo.

Ke-150 peserta ini akan melakukan karnaval mulai Stadion Sriwedari Solo menyusuri Jalan Slamet Riyadi hingga Benteng Vastenburg yang menjadi lokasi event.

Lia Imelda, ketua panitia menjelaskan, pembagian 8 defile tersebut di antaranya adalah Defile Lenggang Batavia mewakili DKI Jakarta, Jawa Dwipa mewakili Jawa Tengah, Nagari Minangkabaudari mewakili Sumatera Barat, Mapalili Mamiri mewakili Sulawesi Selatan, Dayak Borneo mewakili Kalimantan Timur, Tiara Dewata mewakili Bali, Sasando Timor mewakili Nusa Tenggara Timur dan Tana Sajojo mewakili Papua.

"Pada SBC ke-11 tahun ini kita mengusung tema Ika Paramartha. Maknanya persatuan dalam kesatuan, perbedaan dalam keanekaragaman, dan keunikan dalam ciri khas masing-masing daerah. Kami ingin menyatukan seni budaya di Indonesia yang dikonsep dalam bentuk karnaval," terangnya. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0