18 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Waduh, Ada Lagi Calon Jamaah Haji Kaltim Yang Diduga Jadi Korban Penipuan Agen


Waduh, Ada Lagi Calon Jamaah Haji Kaltim Yang Diduga Jadi Korban Penipuan Agen

KLIKSAMARINDA.COM - Jamaah haji dari Kalimantan Timur (Kaltim) kembali harus merasakan ketidakpastian agen naik haji akibat tidak jelasnya keberangkatan ke Tanah Suci. Kali ini, puluhan calon jamaah haji gagal berangkat sejak tahun 2014.

Para calon jamaah haji ini lantas menggelar aksi pada Kamis siang, 21 Juni 2018. Mereka mendatangi rumah Ibu Mastora, selaku kepala perwakilan PT Hidayah Hasyid Oetama (PT H20) di Gang Pusaka, Jalan M Tarmiji, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dugaan puat para calon jamaah haji ini, mereka telah mengalami penipuan sehingga batal berangkat ke Tanah Suci sejak 2014. Mereka menilai jika agen penyelenggara haji menghindar untuk menemui mereka karena selalu tidak berada di tempat.

Akibatnya, para calon jamaah haji ini kecewa dan langsung menyegel rumah agen penyelenggara di RT 23, Nomor 15 tempat Mastora tinggal.

Koordinator Aksi, Zainuddin menyatakan, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan sejumlah calon jamaah haji yang belum juga berangkat ke Tanah Suci sejak lama. Menurut Zainuddin, pihaknya meminta adanya kepastian dari agen perjalanan haji PT H20 agar memberangkatkan mereka ke Tanah Suci.

Mereka pun menyegel rumah Mastora sebagai jaminan agar ada kepastian dari agen perjalanan PT H2O.

“Untuk jaminan, karena sudah 5 tahun kita dijanjikan. Dari 5 tahun tidak ada. Dari Rp5 miliar itu, kita diberi Rp10 juta. Katanya mau mencicil, kan dari Rp5 miliar. Kan, tidak masuk akal,“ tandas Zainuddin.

Kekecewaan pun muncul, misalnya, dari Moro. Warga Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) ini menyatakan dirinya telah menyetor dana sebesar Rp200 juta untuk berangkat haji bersama suaminya. Namun, sejak 2015 sampai saat ini, harapan itu belum terwujud.

“Visa gak ada, nanti uang mau kembali. Ya sampai sekarang. Saya telpon, gak pernah diangkat. Di-sms, gak dibalas. Datang ke sini, gak pernah ketemu orangnya. Saya setor Rp200 juta untuk dua orang,“ ujar Moro.

Moro mengaku jika perwakilan penyelenggara haji dari PT H20 terus mendatanginya. Sehingga akhirnya dia bersedia menyetor uang sebesar Rp200 juta untuk biaya naik haji.

Lebih dari Moro, seorang jamaah haji berusia 74 tahun, Murdiah bahkan kehilangan semangat menunaikan ibadah haji akibat ketidakjelasan keberangkatan ke Tanah Suci oleh PT H2O.

Saat memasuki usia senja, warga Loa Bakung, Samarinda ini justru dihadapkan kepada persoalan ketidakjelasan keberangkatan haji karena dugaan penipuan.

Dirinya bahkan mengaku sempat berangkat ke Jakarta untuk naik haji bersama suaminya. Namun, Murdiah batal ke Arab Saudi dan harus kembali ke Samarinda. Peristiwa itu mempermalukan dirinya dan keluarga besarnya.

Sudah lima tahun ini. Pokoknya dicatat terus lima kali pertemuan. Sudah tidak bisa lagi mengata-ngatakan ini. Allahu akbar, sempat satu minggu di Jakarta, ujar Murdiah.

Usai menyegel rumah perwakilan agen perjalanan haji PT H2O, para calon jamaah haji ini kemudian menuju Polresta Samarinda untuk melaporkan kasus tersebut. Mereka diterima petugas SPK Polresta Samarinda. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0