22 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jadikan Sangasanga Destinasi Wisata Juang Dari Kaltim


Jadikan Sangasanga Destinasi Wisata Juang Dari Kaltim
Perwakilan masyarakat dan pemuda Sangasanga saat berdiskusi dengan calon gubernur Kaltim, Andi Sofyan Hasdam. (Foto: Klik Samarinda)

KLIKSAMARINDA.COM - Harapan masyarakat Sangasanga menjadi Kota Wisata Juang nampaknya masih jauh dari kata terwujud. Padahal --seperti diketahui-- salah satu kecamatan di Kutai Kartanegara itu memiliki andil mempertahankan perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajah.

"Kami menginginkan Sangasanga Kota Wisata Juang, biar lebih dikenal di Indonesia. Hal ini tentu saja membutuhkan perhatian dari pemerintah," kata salah satu mahasiswa asal Sangasanga, Faisal, pada Forum Group Discussion bersama pasangan calon gubernur Andi Sofyan Hasdam dan calon wakil gubernur Rizal Effendi di Hotel Selyca, Senin 11 Juni 2018.

Kata Faisal, salah satu sejarah paling terkenal dari Sangasanga ialah peristiwa Merah Putih 27 Januari. Itu sebabnya momentum tersebut selalu diperingati setiap tahun dengan upacara dan pelbagai kegiatan lainnya.

Peristiwa itu terjadi saat tentara Belanda --Nederlandsch Indië Civil Administratie atau Netherlands-Indies Civil Administration/NICA-- pada 1945 menguasai Sangasanga yang kaya akan sumber minyak. Inilah yang membuat masyarakat Sangasanga bersikeras mengusir Belanda dengan melakukan perlawanan tiada hentinya.

Singkat kata, pejuang dari Sangasanga bersatu dalam rapat yadan ng mencetuskan rencana merebut gudang senjata Belanda dengan mengalihkan perhatian penjajah lewat pelbagai keramaian seperti kesenian daerah pada 26 Januari 1947. Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi warga Sangasanga, terlebih para pelaku peristiwa tersebut.

Sementara itu, Aspian, pemerhati situs budaya di Sangasanga, menyebutkan Sangasanga memiliki dua sejarah besar. Yakni kota minyak tertua di Indonesia, kemudian daerah perjuangan terbesar di Kalimantan Timur.

"Sangasanga memiliki destinasi wisata yang tak kalah dengan daerah lain. Itu semua perlu perhatian," ungkap dia. "Sangasanga juga punya sumur minyak Louise yang lebih tua dibandingkan sumur minyak Mathilda di Balikpapan. Itu juga bisa dijadikan monumen untuk menjadi destinasi wisata baru," tambahnya.

Lebih lanjut, menurut dia, perhatian pemerintah dirasa kurang memiliki perhatian untuk Sangasanga. Dimana, akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya untuk kepariwisataan sangat minim dan memprihatinkan.

"Mudah-mudahan keinginan warga Sangasanga segera terwujud, sehingga dampak ekonomi masyarakat akan meningkat dan sejahtera," pungkasnya. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0