19 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kaltim Masih Perlu Kendalikan Harga Komoditas Pada Bulan Ramadan


Kaltim Masih Perlu Kendalikan Harga Komoditas Pada Bulan Ramadan
High Level Meeting (HLM), Rabu 16 Mei 2018. Pertemuan ini merupakan koordinasi lintas instansi di Kaltim (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar High Level Meeting (HLM), Rabu 16 Mei 2018. Pertemuan ini merupakan koordinasi lintas instansi untuk menyambut Hari Raya Idulfitri dan Iduladha 1439 H terkait pengendalian harga sejumlah komoditas di Kaltim.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membuka langsung HLM ini. Hadir perwakilan dari Bank Indonesia, Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kaltim, DPRD, Kejaksaan Tinggi, OPD terkait, POLDA Kaltim, Korem, Bulog, dan BPS.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim, Muhammad Nur, menyampaikan kondisi inflasi di Kaltim. Muhammad Nur menyatakan pada April 2018 inflasi bulanan Kaltim tercatat sebesar 0,30% (mtm) lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tumbuh sebesar 0,10% (mtm).

Tingkat inflasi bulan April 2018 lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi bulan April. Sementara inflasi tahunan Kaltim tercatat sebesar 2,75% (yoy) lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 3,41% (yoy).

"Secara umum, fluktuasi Inflasi Kaltim bersumber dari pergerakan inflasi pada kelompok Volatile Food (VF) dan Administered Prices. Sementara itu perilaku kelompok inti relatif lebih statis," ujar Muhammad Nur.

BI Kaltim memiliki catatan jika selama tahun 2015-2017, tekanan inflasi Kaltim tercatat stabil dengan tren yang menurun. Pada tahun 2018, infasi Kaltim diperkirakan masih terjaga dan sesuai dengan target inflasi Nasional 3,5±1%. Untuk mencapai hal tersebut, Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah melalui TPID terus melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi di wilayah Kaltim.

Berdasarkan data andil komoditas utama inflasi Kaltim selama 3 tahun terakhir, diketahui bahwa terdapat beberapa komoditas yang terus menjadi penyumbang inflasi Kaltim termasuk pada saat menjelang Ramadhan dan HKBN. Komoditas tersebut antara lain: daging ayam ras, ikan layang/benggol dan bawang merah.

"Salah satu faktor penyebab inflasi di Kaltim adalah rantai perdagangan yang relatif panjang dan kurang efisien serta masih tingginya kendala dalam proses distribusi," tambah Muhammad Nur.

Menginjak Mei 2018, TPID di tingkat Provinsi dan Kab/Kota senantiasa terus melaksanakan upaya pengendalian inflasi, diantaranya:
Rakorwil TPID se-KTI pada bulan Mei 2018, Rakor TPID Samarinda pada bulan Februari, Maret dan Mei 2018, Sidak Pasar Segiri dan PasarKedondong pada bulan Mei 2018, serta Sosialisasi Pengendalian inflasi bersama ulama di Samarinda dan Balikpapan pada bulan Mei 2018.

Karena itu, BI Kaltim mengusulkan agar perlunya upaya pengendalian harga komoditas di Kaltim terutama memasuki Ramadan, dengan berbagai langkah. Misal, dengan membangun data neraca pangan untuk mempermudah pemantauan pergerakan harga dengan lebih intensif.

Upaya lainnya adalah menginisiasi dan memfasilitasi penyusunan kerjasama perdagangan antar daerah serta perbaikan tata niaga daging ayam ras dan komoditas pangan penting lainnya. (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0