20 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sambut Ramadan, Bawa Pesan Perdamaian dan Toleransi, Langgar Ar-Rahmah Kelurahan Jawa Gelar Pawai Ob


Sambut Ramadan, Bawa Pesan Perdamaian dan Toleransi, Langgar Ar-Rahmah Kelurahan Jawa Gelar Pawai Ob

KLIKSAMARINDA.COM - Menyambut bulan suci Ramadan 1439 H yang tinggal menghitung hari, ratusan warga Kelurahan Jawa, Samarinda, melakukan pawai sambil membawa obor, Sabtu 12 Mei 2018, sekira pukul 21.00 Wita, malam.

Pawai obor diikuti seluruh kalangan. Mulai dari lansia, pemuda, remaja, anak-anak, bahkan balita yang ikut diajak sambil digendong orangtuanya. Pengendara yang melaju searah dengan peserta pawai pun terpaksa memperlambat laju kendaraan, meski tak sampai menyebabkan macet.

Tetabuhan rebana diiringi berbagai shalawat, lirik lagu Habbul Wathon Minal Iman yang berarti mencintai negara sebagian dari iman, dan sejumlah puji-pujian lainya mengiri pawai yang sempat menyedot perhatian banyak warga yang kebetulan melintas.

Konvoi pawai yang digelar pengurus langgar Ar-Rahmah ini sendiri dilepas secara langsung oleh Lurah Jawa, Idfi Septiani. Pesertanya sendiri berasal dari TPQ Al-Mustaqim, TPQ Ar-Rauf, TPQ Ar-Rohim, SD Negeri 001, pengurus masjid Al-Mukkaram, maulid habsyi Al-Huda, Balakar KPJ, Balakar Raudah City, warga RT 22, RT 23, RT 24, RT 33, RT 34, serta jemaah langgar Ar-Rahmah.

"Total peserta ada 425 orang," ucap Aulia Rahman, pengurus langgar Ar-Rahmah.

Dijelaskannya, pawai menyambut bulan suci Ramadhan 1493 H ini, merupakan upaya mengangkat kembali tradisi turun leluhur yang menyambut Ramadhan dengan suka cita dan gembira.

"Pesan Rasulullah, barang siapa yang menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang penuh gembira maka diharamkan jasadnya dari api neraka," ujar Aulia.

Selain itu, menurut Aulia, kegiatan pawai obor tersebut sudah menjadi kebiasaan rutin warga setempat setiap menjelang bulan suci Ramadan. Sambil menabuh bedug, warga juga melantunkan shalawatan.

Selain itu, kata dia, dalam pawai tersebut, warga juga ingin memperlihatkan kebesaran umat muslim yang mampu bersikap toleransi, dengan melakukan aksi yang tertib dan tidak membuat suasana gaduh. Hal ini diyakini dapat kembali merekatkan kesatuan bangsa, dan memupuk sikap saling menghormati sesama pemeluk agama.

"Kita bisa lihat di sini, umat muslim bisa menunjukkan kebesarannya melalui aksi pawai obor yang dilakukan secara teratur dan tertib," tegasnya.

Ia pun berharap, Ramadan akan membawa berkah tersendiri kepada setiap individu yang menjalankan ibadah puasa. Dan bagi yang tidak merayakan puasa, juga diharapkan dapat bekerjasama dengan menghormati mereka yang berpuasa.

"Semoga Ramadan tahun ini menjadi berkah bagi kita, dan yang tidak berpuasa agar menghormati yang sedang berpuasa. Ini akan menjadi suatu simbol kerukunan umat beragama di Samarinda," pungkas Aulia.

Selain itu, Lurah Jawa, Idfi Septiani, menyebut pawai obor tahun ini memiliki pesan damai bagi seluruh komponen bangsa. Sebagai bangsa yang besar, menurutnya ,sayang sekali jika kedamaian dan kerukunan diciderai oleh aksi negatif yang terjadi.

Seperti kerusuhan yang dilakukan tahanan terorisme di Mako Brimob dan serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. "Mudahan TNI dan Polri diberi kekuatan untuk terus menjaga kedaulata negara kesatuan republik Indonesia," paparnya. (*)

Reporter : Rilis Langgar Ar-Rahmah    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0