23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Safaruddin: Tantangan Keberagaman Kita ya Sosial Media


Safaruddin: Tantangan Keberagaman Kita ya Sosial Media
cawagub Irjen. Pol (Purn) Safaruddin, saat memberikan materi kepada peserta Diklat Terpadu Dasar (DTD) II, GP. Ansor - Banser di Graha KNPI Balikpapan, Minggu 15 April 2018. (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Sosial media menjadi tantangan keberagaman saat ini. Intoleransi, radikalisme pro kekerasan, serta cyber crime, merupakan 3 poin yang banyak tersaji di linimasa.

Hal tersebut diungkapkan cawagub Irjen. Pol (Purn) Safaruddin, saat memberikan materi kepada peserta Diklat Terpadu Dasar (DTD) II, GP. Ansor - Banser di Graha KNPI Balikpapan, Minggu 15 April 2018. Dalam presentasinya bertajuk Politik International dan Dampaknya Bagi NKRI yang Berbhineka”, mantan Kapolda Kaltim ini menyebut intoleransi di sosial media banyak diwujudkan dalam penyebaran permusuhan.


“Bentuknya macam-macam. Ada hoax dan meme. Ini bisa memicu konflik,” katanya. Dunia siber juga berbahaya, karena ada unsur pornografi, perjudian online dan lain-lain.

Itu sebabnya, ujar Safaruddin, sosial media memiliki kerawanan yang lebin besar dibandingkan dengan media konservatif.

“Karena siapa saja bisa menjadi pemilik media, jurnalis, penulis yang dapat men-share apa sana yang diinginkan,” paparnya.

“Saya ingatkan, masyarakat harus waspada dan berhati-hati untuk mengunggah dan men-share informasi yang tidak bisa dipastikan tingkat kebenarannya,” ulas Safaruddin.

Selain itu, Safaruddin menjelaskan soal peran pemerintah untuk mengantisipasi ancaman ini. Sesuai Pasal 5 UU No.2 Tahun 2002, pemerintah wajib memelihara Kamtibmas, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat untuk memelihara keamanan dalam negeri.

“Pemerintah juga berperan dalam dinamisator, katalisator, dan negosiator,” ungkapnya.

Soal kebijakan, Safaruddin menegaskan pemerintah harus melakukan 4 poin penting. Diantaranya proactive policing strategy, koordinatif dan sinegritas, mencegah intoleransi, dan penindakan tegas terhdap tindakan intoleransi.

“Disamping itu, kita juga membutuhkan peran elemen masyarakat dengan menjaga kebhinekaan dan mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan,” tukasnya. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0