24 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Potensi Golput di Pilgub Kaltim Tinggi, Ini Saran Akademisi Untuk KPU


Potensi Golput di Pilgub Kaltim Tinggi, Ini Saran Akademisi Untuk KPU
Dekan Fisip Universitas Mulawarman, Dr. Muhamad Noor (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKSAMARINDA.COM - Kaltim dalam bayang stagnasi politik. Tak bisa dipungkiri, potensi warga Kaltim tak memilih kepala daerah alias golongan putih (Golput) menjadi kekhawatiran dari elemen masyarakat bernama ReKat.

Pasalnya, tolak ukur demokrasi menurut ReKat, berdasarkan besarnya partisipasi pemilih dalam setiap kontestasi politik. Terlebih yang kian dekat, yakni Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kaltim, tanggal 27 Juni 2018.

Kekhawatiran golput juga dialami akademisi Fisip Universitas Mulawarman, Dr. Muhamad Noor. Menurutnya, pemilu adalah pilar pembangunan.

Dengan alasan itulah, pria yang juga sekaligus Dekan Fisip itu menyarankan jangan sampai tempat pemungutan suara (TPS) menjadi tempat yang sepi pemilih.

"Bagaimana mungkin menjalankan pembangunan tanpa partisipasi?" ujar Muhamad Noor kepada media ini usai menjalani kesibukan akademiknya.

Dirinya menyebutkan, golput dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, rakyat sudah tidak lagi percaya dengan calon dengan alasan calon yang ada tidak merepresentasikan akan kepentingan masyarakat itu sendiri.

Terlebih, ketidakpercayaan itu semakin kronik dengan pengalaman masyarakat kepada calon dahulu yang telah terpilih tak mampu membawa perubahan merata.

Segala kemungkinan akan potensi golput, sudah semestinya memberikan perhatian lebih terhadap kondisi itu. Sementara penyelenggara pemilu dituntut gerak cepat menyelesaikan apa yang sudah menjadi tugas dan fungsi pokok (Tupoksi) KPU terlebih KPU Kaltim.

Dengan begitu, angka golput dapat ditekan rendah. Salah satunya menambah intensitas dan kualitas sosialisasi kepada masyarakat Kaltim secara merata.

"Mestinya sedari awal ini sosialisasi harus semakin kencang dilakukan di pedesaan karena lemahnya jaringan komunikasi," tukas dia lagi. (*)




Comments

comments


Komentar: 0