24 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

He.. He.. Dianggap Mahal, Batu dari Kalimantan Ini Tak Jadi Dibeli Jokowi


He.. He.. Dianggap Mahal, Batu dari Kalimantan Ini Tak Jadi Dibeli Jokowi
Inilah salahsatu cincin bermata giok yang sempat dilirik Presiden Jokowi di lapak pedagangd an pengerajin batu asal Kaltim, Rohmatulloh. Foto kanan, tampak mantan walikota Solo itu mencoba memakai dua cincin di jari manis dan tengahnya. (Foto-foto: Ist)

KLIKSAMARINDA -Rohmatulloh kaget bukan kepalang. Pedagang dan pengerajin batu dari Kalimantan Timur (Kaltim) itu tak menyangka jika di depannya berdiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lapak sederhana yang dibuka Rohmatullah di Pameran Kerajinan dan Craft, Hall J, Parkir Timur, Senayan, Jakarta, sejatinya sangat sederhana; hanya menggunakan meja persegi empat dengan kain hitam di atasnya.

Namun, siapa sangka, ketika melintas, mantan Walikota Solo tersebut justru kepincut dengan sebuah cincin batu bacan dan cincin bermata giok dari belantara Kalimantan yang dipajang Rohmatulloh.

Masih dalam kondisi terkejut, Rohmatulloh hanya bisa melihat apa yang dilakukan Jokowi selama beberapa menit di depan lapaknya, sembari sesekali tersenyum. Sang presiden yang tertarik dengan dua cincin itu, sempat memakainya di tangan kanan. Tepatnya jari manis dan tengah.

Batu bacan dan giok dari Borneo itu memang tidak murah. Masing-masing harganya Rp 25 juta dan Rp 5 juta. Sayang karena dianggap terlalu mahal, Jokowi tak jadi membelinya. Dua akik yang sempat dipakai beberapa menit itu kemudian di lepaskan lagi. Itu sebabnya, dua jenis batu itu masih tersimpan di lapak milik Rohmatulloh. 

"Saya enggak enak menawarkan harganya," aku Rohmatulloh. "Enggak naik kok harganya, tetap segitu," imbuh Rohmatulloh.

Di lapak milik Rohmatullah, pelbagai variasi batu dijual. Paling murah Rp 1 juta. "Paling mahal Rp 100 juta yang saya pakai ini, jenisnya batu bacan," tukas Rohmatulloh, sembari menunjukkan koleksi batunya. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0