16 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Barang Bukti Narkoba Yang Libatkan Polisi Dimusnahkan BNNP Kaltim


Nah, Barang Bukti Narkoba Yang Libatkan Polisi Dimusnahkan BNNP Kaltim

KLIKSAMARINDA.COM - Beberapa waktu lalu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) menangkap komplotan pengedar narkoba di Samarinda. Komplotan ini juga melibatkan oknum petugas polisi, yaitu Brigadir Dimas Darmawan.

Selain Dimas, BNNP Kaltim juga menangkap 6 pelaku lainnya dalam jaringan narkoba lintas Kaltim ini. Dua di antaranya adalah oknum driver ojek online di Samarinda, yaitu Anita Anggreani (28) dan Santi Astuti (27).

Keseluruhan, BNNP Kaltim menangkap satu per satu tersangka pada periode 17-27 Januari 2018 lalu. Dari tangan tersangka, petugas BNNP Kaltim menyita barang bukti sabu senilai Rp150 juta.

Pada Jumat pagi, 16 Maret 2018, BNNP Kaltim memusnahkan barang bukti tersebut. Petugas BNNP Kaltim juga menginstruksikan para pelaku untuk memusnahkan secara langsung barang bukti narkoba tersebut dengan cara diblender.

Sebagai koordinator pengedar, oknum polisi Brigadir Dimas Darmawan langsung memasukkan sabu ke dalam blender kemudian membuangnya ke selokan.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP Tampubolon mengakui beberapa kasus peredaran narkoba memang terindikasi melibatkan anggota Polri. Meski begitu, AKBP Tampubolon menegaskan, BNNP tidak akan berhenti menyelidiki kasus-kasus narkoba di Kaltim.

Siapapun yang terlibat dalam jaringan narkotika, akan tetap kita usut dan kita tindak lanjuti, ujar AKBP Tampubolon.

Dimas Darmawan sendiri mengaku jika dirinya terlibat jaringan narkoba karena tergiur tawaran uang sebesar Rp10 juta dari pengedaran narkoba sejumlah 50,05 gram yang dilakukannya.

Dimas mengaku jika dirinya baru pertama kali menjadi pengedar narkoba. Ia mendapatkan tawaran itu dari sesama pengedar yang merupakan mantan anggota polisi di Bontang, Kaltim.

Dapatnya Rp10 juta dibagi dua. Ini baru sekali dan sempat mikir, namun sudah terlanjur, ujar Dimas.

Dua pelaku lainnya, driver ojek online Anita Anggreani dan Santi Astuti, warga Sambutan Samarinda mengaku tidak mengetahui jika barang yang dibawa adalah sabu-sabu. Kepada petugas, keduanya mengaku bukan sebagai pemakai narkoba dan baru pertama kali mengantarkan barang haram itu.

Baru itu, tapi saya tidak memakai. Saya diupah Rp1 juta dibagi tiga. Baru kali ini juga. Saya tidak tahu kalau bakal jadi begini, ujar Anita.

Pemusnahan barang bukti di BNNP Kaltim ini telah melengkapi berkas penyidikan oleh BNNP Kaltim. Kasus ini kemudian akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Dimas sendiri dipastikan akan menjalani sidang etik di kepolisian. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0