20 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Saling Memaafkan, Rizal Effendi Pun Dapat Restu Dari Gubernur Kaltim


Saling Memaafkan, Rizal Effendi Pun Dapat Restu Dari Gubernur Kaltim
Rizal Effendi (kiri) berdampingan dengan Penjabat Sekretaris Provinsi Kaltim, Meiliana, tengah memegang surat izin cuti dari Gubernur Kaltim, Selasa 13 Maret 2018 (foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Tertuang dalam surat bernomor 283.3/1181/B.PPOD III, Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mendapatkan Izin Cuti untuk melaksanakan kampanye pada Pilgub Kaltim 2018. Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak telah memberikan izin kepada Rizal untuk cuti dari jabatan sebagai Walikota Balikpapan selama tiga bulan terhitung sejak 7 Maret sampai 23 Juni 2018.

Kepastian itu diperoleh Rizal setelah sowan kepada Gubernur, Selasa siang, 13 Maret 2018 di ruang pertemuan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Pun, pertemuan itu sebagai upaya saling menghargai satu sama lain serta menghalau hubungan keduanya yang kurang baik belakangan ini.

Kepada awak media, Rizal menuturkan, dirinya sebagai anak murid dan bawahan gubernur memohon maaf jika sempat menyinggung perasaan Gubernur karena tidak sempat menghadap. Saling memaafkan juga terucap sebelum Gubernur memberikan izin cutinya.

"Saya jelaskan bahwa keikutsertaan saya dalam Pilkada 2018 terjadi begitu mendadak. Saat itu ketika diputuskan maju, saya juga harus berangkat umrah serta belum bisa hadir dalam penetapan calon, serta belum sempat menghadap Pak Awang,” ucapnya seusai pertemuan.

Dengan keluarnya surat cuti Rizal, Gubernur menetapkan Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud sebagai Plt. Walikota Balikpapan.

“Surat permohonan cuti saya diterima, tanpa perlu mundur dari Walikota Balikpapan. Pak Rahmat Mas'ud juga sebagai Plt Walikota Balikpapan. Semoga polemik yang berkembang belakangan ini segera selesai,” ucapnya.

Gubernur menyambut positif kedatangan Rizal ke kantornya. Ia, didampingi Penjabat Sekretaris Provinsi Meiliana, menyebutkan surat pengajuan izin belum dapat disetujui karena perihal komunikasi.

"Hanya masalah komunikasi saja. Beliau tak sempat melapor karena buru-buru laksanakan umrah. Itu diributkan. Tetapi, sekarang dia sudah bertemu dengan saya,” ucapnya.

Gubernur juga menegaskan, sama sekali tidak ada upaya menghambat Rizal Effendi sebagai cawagub pengganti almarhum Nusyirwan Ismail tersebut.

"Intinya, tak ada saya menghambat. Hanya kemarin ada pernyataan dari Komisi II yang membuat saya ragu. Di mana pejabat negara harus berhenti," tuturnya.

"Karena pejabat negara nanti tidak bisa netral jika maju Pilkada. Bisa saja nanti ada aparatnya yang jadi timses. Bayangkan saja, Kapolda saja harus berhenti. Rusmadi harus berhenti dari Sekda, bahkan dari PNS. Kan, tidak adil. Justru yang perlu diatur itu peraturan KPU, karena walikota hanya butuh cuti," imbuhnya.

Kendati demikian, ia menegaskan saat ini hubungan keduanya pun sampai saat ini masih baik-baik saja. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0