19 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Dia Sosok Dibalik Duet Sofyan Hasdam & Nusyirwan Ismail


Ini Dia Sosok Dibalik Duet Sofyan Hasdam & Nusyirwan Ismail
Muhammad Husni Fahruddin. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur tak sekadar menjadi pertarungan sengit empat pasangan calon. Dibalik itu, sosok para leader tim pemenangan yang mengatur pelbagai strategi kampanye menjadi bagian menarik untuk ditelisik. Salah satunya adalah Muhammad Husni Fahruddin.

Ketua Angkatan Muda Partai Golongan Karya ini merupakan salah satu sosok penting dibalik duet Andi Sofyan Hasdam dan Nusyirwan Ismail di Pilgub Kaltim 2018. Meski masih berusia muda, pria kelahiran 1978 tersebut dipercaya Sofyan dan Nusyirwan untuk
menjadi komando tim pemenangan mereka.

Ya, lewat koalisi Partai Golkar dan Nasional Demokrat, Ayub --sapaan Muhammad Husni
Fahruddin-- melanjutkan kepercayaan partai berlambang pohon beringin seperti ketika dipimpin mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar, Rita Widyasari.

Seperti diketahui, selama menjadi Ketua AMPG Kaltim, sarjana magister hukum ini banyak melakukan terobosan dalam melakukan kampanye. Termasuk ketika Partai Golkar mencalonkan Rita Widyasari sebagai calon gubernur Kaltim.

Lewat ide-ide briliannya, kampanye pencalonan mantan bupati Kukar dibuat menjadi atraktif --baik di dunia maya maupun nyata-- dengan meninggalkan gaya kampanye konvensional. Disela itu, ia juga aktif membuat opini politik melalui catatan di pelbagai media massa.

"Pasangan calon yang memercayakan saya sebagai ketua tim pemenangan," katanya, saat ditemui Klik Samarinda disela kesibukkannya, beberapa waktu lalu.

Ayub menyatakan, usia muda bukan penghalangan untuk berkarir di dunia politik. Justru, menurut pengalamannya, ide-ide anak muda seperti dirinya tumbuh sumbur di Partai Golkar.

Baginya, politik adalah salah satu bidang yang harus dilakoni anak muda saat ini. Alasannya sederhana; hanya politik yang mampu membawa perubahan di negeri ini.

Cara pandang inilah yang coba ditularkan Ayub sebagai inspirasi bagi anak muda --khususnya generasi milenial-- bahwa mereka bisa menjadi suksesor di ajang demokrasi. "Kalau Bung Karno membutuhkan 10 pemuda untuk mengguncang dunia, maka pak Sofyan dan Pak Nusyirwan cuma butuh anak muda untuk memenangkan Pilgub," kata Ayub. (adv)

Reporter : NR Syaian    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0