16 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pengapalan Perdana PT PHM, Tepis Anggapan Pertamina Sulit Beradaptasi


Pengapalan Perdana PT PHM, Tepis Anggapan Pertamina Sulit Beradaptasi

KLIKSAMARINDA.COM - Penunjukan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM)sebagai operator Blok Mahakam membawa angin segar bagi industri perminyakan, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim). PT PHM langsung membuktikan komitmen dengan melakukan pengapalan perdana.

Pengapalan perdana tersebut ditandai dengan pemutaran pintu pipa migas yang berada di Senipah Peciko South Mahakam (SPS), yang merupakan terminal utama untuk lifting minyak mentah dan kondensat di Blok Mahakam. Pengapalan ini sekaligus menepis anggapan jika Pertamina akan kesulitan beradaptasi dalam alih kelola wilayah kerja Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie (TEPI) kepada PT PHM.

Pembukaan pipa dilakukan oleh Vice Presiden PT PHM, Anto Sunaryanto didampingi sejumlah pejabat di lingkungan PT Pertamina dan SKK Migas, Jumat 12 Januari 2018 di Terminal Senipah, Balikpapan.

Anto Sunaryanto mengatakan, PT PHM selaku operator di wilayah kerja mahakam per 1 Januari 2018 melakukan pengapalan perdana minyak mentah kepada pembeli domestik PT Pertamina (Persero). Pengapalan ini menunjukkan bahwa alih kelola wilayah kerja Mahakam dari TEPI kepada PT PHM berjalan mulus.

"Itu kira-kira 42 ribu barel per hari dalam bentuk liquid dari Bekapai, Handil, Lapangan Handil dan kondesat. Kondesat itu adalah produk ikutan dari gas," ujar Anto menjelaskan.

Mewakili Satuan Kerja Khusus Migas selaku pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, Damar Setiawan mengatakan, seluruh produksi minyak mentah dan kondensat dari Mahakam akan dialokasikan ke kilang–kilang minyak dalam negeri milik PT Pertamina.

"Di sini SKK Migas berperan sebagai pengawas dan pengendali. Kami ikut menyaksikan dan memastikan bahwa proses penyerahan atau pengiriman minyak mentah bisa berjalan dengan aman, baik, dan lancar. Pada hari ini, yang di lifting adalah jenis minyak Handil Mix Crude sejumlah 150 ribu meter barel oil yang akan dikirimkan atau dikapalkan ke kilang Pertamina unit 5 di Balikpapan," ujar Damar.

Pengapalan perdana ini mendapatkan pengawasan dengan ketat oleh petugas di lapangan serta pengawasan secara komputerisasi. Pengapalan minyak ini untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik PT Pertamina (Persero) Integrated Supply Chain (isc).

PT PHM melakukan pengapalan perdana dengan menggunakan kapal tanker MT Gede. Kapal ini mengangkut 150 ribu barrel minyak mentah dengan sistem single buoy mooring yang berada di sekitar 11 KM lepas pantai.

PT PHM selanjutnya akan mengirimkan seluruh produksi minyak mentah dan kondensat kepada pembeli domestik PT Pertamina. Seluruh pengiriman dilifting melalui 68 kali pengapalan dari Terminal Senipah serta 9 kali pengapalan dari Terminal Santan. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0