19 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Awas Hoax! Kabar Warga Terkena Difteri Setelah Berenang di Kaltim


Awas Hoax! Kabar Warga Terkena Difteri Setelah Berenang di Kaltim
(Foto: Ilustrasi)

KLIKKALTIM.COM - Masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan dan Samarinda, perlu berhati-hati terhadap informasi hoax seputar difteri. Kabar itu menyebar di sejumlah What's app Group hingga membuat masyarakat panik. Klik Balikpapan (Klik Group) mendapat pertanyaan masyarakat Kota Minyak seputar kebenaran informasi itu. Berikut informasinya:

"Copas dari grub sebelah...
Baru dpt info dari tmn yg d AWS, td mlm baru masuk lagi pasien umur 18 thn terinfeksi virus difteri sehabis berenang.
Sebisa mungkin hindari kolam renang dari sekarang kegiatan berenang off dulu. Gunakan masker keluar rmh.
Di RS balikpapan ruang isolasinya sdh full, jd yg dri bpp aj pasiennya d rujuk k AWS.
Di AWS aj ini sdh mulai full ruang isolasinya.
Waspada, lebihbaik mencegah dri pd mengobati.
Yg sdh terinfeksi dri puskesmas pun langsung d awasi n gak d lepas putugas kesehatan langsung k rmh sendiri. Takut tertular d
keluarga. Dan rmh korban pun langsung d sterilkan.
Sering2 pake masker kalo jalan dingsanak..
Lebih baik mencegah dr pada mengobati ."

Informasi itu sendiri dianggap tidak bertanggung jawab. Bahkan nama pasien, di mana, serta kapan kejadiannya, tidak disebutkan secara rinci. Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Ballerina, ia membantah informasi menyesatkan tersebut.
"Itu hoax. Tidak ada laporan demikian dari rumah sakit. Masyarakat jangan panik," ujarnya, Jumat 12 Januari 2018.

Ia mengingatkan agar masyarakat cerdas menyaring informasi yang disebarkan melalui grup komunikasi maupun sosial media. Di Balikpapan, ujar Ballerina, pasien yang positif difteri hanya 1 orang. Ia menekankan tidak ada informasi seperti yang tersebar di What's Group dan sosial media. "Jangan menakuti-nakuti masyarakat," tegasnya.

Menurutnya kalau pasien yang menderita amandel, tonsil, infeksi ringan, itu ada. Tetapi hal biasa. "Tapi kalau pasien difteri hingga rumah sakit full, itu tidak benar. Tidak ada itu. Tolong jangan takuti masyarakat," jelas Ballerina. (*)

Reporter : Syarifah Nabilla    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0