17 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

SESUKAMU: Merawat Sungai Karang Mumus, Merawat Masa Depan Samarinda


SESUKAMU: Merawat Sungai Karang Mumus, Merawat Masa Depan Samarinda
Sekolah Sungai Karang Mumus Samarinda (Foto: Ista)

KLIKSAMARINDA.COM - Sungai Karang Mumus, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalir sepanjang 34,7 KM. Sungai ini merupakan salah satu anak Sungai Mahakam yang membelah Kota Samarinda.

Namun, sebagaimana kondisi sungai di tengah kota-kota besar di Indonesia, Sungai Karang Mumus saat ini kotor dan seperti tempat sampah raksasa.

Kondisi nyata di lapangan itu membuat sejumlah warga mendirikan sekolah sungai sebagai arena pendidikan untuk merawat sungai. Tujuan sekolah sungai ini agar kerusakan yang terjadi di Sungai Karang Mumus tidak berlanjut. Sekolah sungai ini dilabeli "SE SU KA MU". Jika ditafsirkan, maka ia akan menjelma menjadi Sekolah Sungai Karang Mumus.

Sekolah ini terletak di Desa Muang, di tepi Sungai Karang Mumus. Di sekolah ini, para penggiat kebersihan sungai dan penggiat lingkungan memberikan pelajaran tentang pentingnya sungai serta materi tentang bahaya sampah di atas sungai.

Melalui sekolah ini, informasi mengenai pentingnya sungai sebagai ruang hidup dapat tersosialisasikan. Pun, melalui sekolah ini, dapat membangkitkan kembali kesadaran masyarakat hingga terwujudnya restorasi sungai melalui pendidikan di sekolah-sekolah.

Penggagas sekaligus pelaksana Sekolah Sungai Karang Mumus, Yustinus Sapto menyatakan, sekolah ini memiliki sasaran pada siswa sekolah menengah pertama dan siswa sekolah menengah atas atau sederajat. Menurut Yustinus, ajakan kepada generasi muda untuk merawat sungai akan lebih optimal.

Dalam kurikulumnya, sekolah ini menyajikan pembelajaran tentang air serta siklus hidrologi pada umumnya. Selain itu, beberapa materi tentang perubahan iklim dan pengolahan limbah air serta sejarah sungai menjadi pelajaran penting pada sekolah ini.

"Restorasi sungai termasuk permukiman ramah sungai. Tidak hanya pelajaran, Sesukamu kerap dijadikan sarana diskusi oleh komunitas masyarakat yang peduli terhadap kelestarian sungai," ujar Yustinus.

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0