15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pemerintah Bekukan Rute Penerbangan Kalstar di Bandara Temindung Samarinda, 7 Rute Stop Operasi


Pemerintah Bekukan Rute Penerbangan Kalstar di Bandara Temindung Samarinda, 7 Rute Stop Operasi
Bandara Temindung Samarinda (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKSAMARINDA.COM - Sejak 30 September lalu, izin operasional penerbangan Maskapai Kalstar Aviation di Samarinda dibekukan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Imbasnya, tujuh rute penerbangan antardaerah dari dan ke Samarinda lumpuh.

Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama Bandara Temindung, Imam Asnawi menyebutkan, Maskapai Ekspres Air bakal mengisi slot yang ditinggalkan Kalstar Aviation, di Kaltim. Namun sampai saat ini, maskapai pengganti tersebut masih merampungkan proses administrasi di Kemenhub.

"Masih ada persyaratan yang belum dipenuhi operator pengganti. Diantaranya proses sertifikasi maskapai yang masih berjalan," kata Asnawi saat ditemui KlikSamarinda, Kamis, 7 Desember 2017.

Nantinya, maskapai Expres Air bakal menggantikan tujuh rute yang dilayani oleh maskapai Kalstar Aviation. Tujuh rute tersebut adalah Balikpapan, Malinau, Berau, Nunukan, Tarakan, Melak, dan Tanjung Selor.

Biasanya, tujuh rute tersebut dilayani pesawat jenis ATR berkapasitas 48 penumpang. Kini, Bandara Temindung hanya melayani penerbangan perintis ke lima bandara lainnya di pedalaman Kaltim melalui 2 maskapai, di antaranya Susi Air. Dengan rute, yakni Long Apung, Data Dawai, Muara Wahau, dan Sangatta.

"Selama kekosongan itu, bandara hanya melayani lima rute pesawat perintis, dengan pesawat berkapasitas 9 penumpang," sebutnya.

Soal alasan pembekuan maskapai Kalstar Aviation, Imam menyebutkan panjang landasan pacu Bandara Temindung yang hanya 1.050 meter, jadi kendala bandara tidak bisa dijadikan landasan pendaratan pesawat ATR-72, setingkat di atas ATR-42 milik Kalstar Aviation.

"Ada beberapa alasan lah. Kalau di sini, kemungkinan kendala panjang landas pacu," terangnya.

Bagi warga Samarinda, penghentian Kalstar ini memaksa warga Samarinda harus menempuh perjalanan darat untuk ke Melak dan Berau yang memakan waktu belasan jam perjalanan.

"Untuk warga penggunan jasa, mohon bersabar. Penggantian maskapai akan segera. Saat ini masih memasuki proses perizinan," himbau dia. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0