15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

PRD Kaltim Deklarasi Posko Menangkan Pancasila, Celah Komunikasi Pemimpin dan Rakyat


PRD Kaltim Deklarasi Posko Menangkan Pancasila, Celah Komunikasi Pemimpin dan Rakyat
Deklarasi Posko Menangkan Pancasila, 3 Desember 2017

KLIKSAMARINDA.COM – Di tengah massifnya serbuan gagasan liberal melalui perkembangan IPTEK, ideologi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia kian mengalami pasang surut. Gagasan yang berangkat dari perkembangan historis dan berwujud pada konsesi pahlawan bangsa itu, kini terdesak oleh gagasan disintegrasi, perang saudara, dan kurangnya sikap welas asih.

Namun, sejumlah energi pemuda kembali menggelorakan Pancasila sebagai jalan kembalinya negara menuju Republik sejati. Sebab, Pancasila bukanlah firman tuhan.

Pancasila diyakini berangkat dari kesepakatan bersama. Cobaan bangsa di era abad 21 ini disikapi Kolektif Pimpinan Wilayah (KPW) Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kaltim dengan cara kembali menghidupkan falsafah Pancasila dengan kembali merekatkan persatuan dan kesatuan seluruh unsur anak bangsa, yang kini cendrung saling bersikap antisosial.

Pancasila adalah konsensus dan pandangan hidup bersama dari beragam rakyat Indonesia, Sabang sampai Merauke. Kemajemukan ini sebut Udin, dapat menjadi tenaga potensial yang besar untuk menciptakan kemakmuran segenap elemen bangsa.

“Posko menangkan Pancasila ini digaungkan agar masyarakat luas, terlebih Kaltim turut berpartisipasi,”ujar ketua PRD Kaltim, Udin Rizky saat ditemui KlikSamarinda Rabu, 6 Desember 2017, di Sekretariat KPW PRD, Jalan Panglima Muhamad Noor, Perum Bumi Sempaja, Samarinda, Kaltim.

Lebih lanjut, Udin sapaannya itu mengatakan, Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, memiliki kesepahaman untuk ikut kembali membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud rasa nasionalisme kebangsaan.

Kehadiran Ketua Partai Demokrat Kaltim itu saat deklarasi Posko Menangkan Pancasila, 3 Desember 2017 lalu disikapi dengan tangan terbuka oleh partai besutan Agus Jabo di Nasional tersebut.

”Siapapun boleh melibatkan diri, posko ini juga nantinya diarahkan untuk menyerap aspirasi warga yang selama ini termarjinalkan. Dengan simpul berbagai kalangan mulai dari kepala daerah dan massa luas ini, celah komunikasi pemimpin dan rakyat, semakin terbuka lebar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Udin menguraikan pentingnya menjiwai sikap luhur Bhineka Tunggal Ika.

“Gotong royong jangan lagi dijadikan slogan semata. Langkah panjang ini harapannya bisa mengembalikan mental juang masyarakat menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” timpalnya. (*)




Comments

comments


Komentar: 0