15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kuasa Hukum Lurah Saripudin: Belum Ada Tersangka, Masih Sebatas Klarifikasi


Kuasa Hukum Lurah Saripudin: Belum Ada Tersangka, Masih Sebatas Klarifikasi
Kuasa Hukum Lurah Saripudin, Sudung Sinaga, SH (Foto: dokumentasi Pribadi)

KLIKSAMARINDA.COM Masalah hukum sengketa lahan di Makroman, Sambutan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terus berlanjut. Sengketa kepemilikan lahan ini menyebabkan seorang Lurah di Samarinda ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen.

Penetapan Lurah Saripudin sebagai tersangka itu ditanggapi kuasa hukumnya, Sudung Sinaga. Menurut Sinaga, selaku salah satu kuasa hukum Saripudin, belum ada penetapan tersangka atas Lurah Saripudin. Proses penetapan tersangka terhadap Saripudin yang dilakukan Polresta Samarinda masih sebatas klarifikasi.

"Tahapan dilaporkan sebagai tersangka bagi klien kami ada dilaporkan oleh Franky. Namun masih sebatas klarifikasi karena belum menerima pemanggilan. Karena tersangka juga belum menjalani pemeriksaan. Belum ada pemeriksaan saksi, apalagi tersangka. Prosesnya masih panjang," ujar Sinaga saat dihubungi KlikSamarinda, Senin 20 November 2017 melalui telepon.

Lebih lanjut, Sinaga menjelaskan jika penetapan tersangka atas kliennya tidak akan dibiarkan. Pihaknya akan melakukan praperadilan sebagai hak warga negara di hadapan hukum.

"Kalau memang klien kami dibuat tersangka pasti kami melakukan upaya praperadilan. Kami juga melakukan gugatan perdata kepada Franky CS yang melaporkan Saripudin karena di situ ada surat tumpang tindih," tegas .

Sinaga menjelaskan, jika ada dugaan pemalsuan dokumen, sejumlah pihak harus pula diperiksa. Pemeriksaan itu untuk mencari fakta secara objektif atas dokumen yang tumpang tindih.

Pasalnya, lahan yang dipersoalkan merupakan lahan yang sebelumnya dikelola oleh kelompok tani. Karena itu, Sinaga menjelaskan, pemilik sebelum Saripudin juga harus diperiksa untuk mengetahui keabsahan dokumen yang ada.

"Di mana letak pidana pemalsuan dokumen itu? Siapa yang palsukan, siapa yang urus surat-surat, juga perlu diperiksa. Sebelumnya, kan Lahadi dari kelompok tani. Harus diperiksa. Tidak bisa diarahkan ke Saripudin," tandas Sinaga.

Tim kuasa hukum Saripudin juga melaporkan balik pemilik dokumen Franky Cs kepada Polda Kaltim karena dugaan berkas dokumen yang memiliki banyak kejanggalan.

"Kami juga laporkan Franky ke Polda Kaltim. Kami ada menduga surat itu tidak benar. Surat-surat tanah yang dikeluarkan oleh Franky. Objek yang sama tapi berbeda kecamatan, beda kelurahan. Banyak kejanggalan. Kami duga juga ada rekayasa. Karena surat tanah milik klien kami dahulu di Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara, sekarang Kelurahan Tanah Merah. Jadi harus ditentukan juga tapal batas wilayah antara Kelurahan Lempake/ Tanah Merah dan Kelurahan Makroman," pungkas Sinaga. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0