15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Lurah di Samarinda Diduga Gunakan Kuasa Untuk \\\"Main Tanah\\\" Milik Pemkot dan Warga


Nah, Lurah di Samarinda Diduga Gunakan Kuasa Untuk \\\"Main Tanah\\\" Milik Pemkot dan Warga
Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKSAMARINDA.COM - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menindaklanjuti kasus yang menimpa Lurah Gunung Lingai, Sungai Pinang, Saripudin La Bario (SLB) bakal melakukan pemeriksaan internal. Lurah yang sudah menjabat selama 6 tahun tersebut dilaporkan masyarakat menggunakan kuasanya untuk mengeluarkan surat kepemilikan tanah.

"Ada laporan dari masyarakat, atas keterlibatan beliau atas penyalahgunaan surat dan kuasanya sebagai Lurah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin saat ditemui KlikSamarinda, Minggu, 19 November 2017.

Sugeng menuturkan, Lurah yang kabarnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Samarinda tersebut juga turut menyalahgunakan surat untuk tanah milik Pemkot Samarinda.

"Surat-surat tersebut ditujukan untuk tanah-tanah yang sudah bersertifikat. Salah satunya tanah Pemkot," beber dia.

Dalam hal ini, Pemkot Samarinda akan melakukan pemeriksaan internal. Sugeng menyebutkan, pihaknya juga selanjunya bakal melakukan pembinaan internal.

Setelah pemeriksaan, lanjut Sugeng, jika terbukti benar Saripudin melakukan penyalahgunaan kekuasaan, tindakan tegas yang bakal diberikan bakal sesuai dengan aturan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Di situ tergantung tindakan yang sudah dia (Saripudin) buat. Nanti akan diperiksa dulu," pungkasnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda menetapkan Saripudin sebagai tersangka pemalsuan dokumen. Penetapan Saripudin sebagai tersangka diperkirakan sudah diputuskan pihak Satreskrim sejak Selasa, 14 November 2017 lalu, bersamaan saat dilakukan pemanggilan pertama kepada Saripudin.

Saat pemanggilan pertama tersebut, Saripudin diperkirakan sudah menyandang status sebagai tersangka. Namun dirinya belum memenuhi panggilan penyidik. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0