15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ikut Nikah Massal, Pengangkut Pasir di Samarinda Malah Dapat Hadiah Tak Terduga


Ikut Nikah Massal, Pengangkut Pasir di Samarinda Malah Dapat Hadiah Tak Terduga
Penyerahan hadiah rumah bagi pasangan Mustafa dan Sriwati, dalam acara Nikah Massal Spektakuler 2017 di Ballroom Hotel Mesra Samarinda, Minggu 19 November 2017 (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Sebanyak 23 pasangan mengikuti Nikah Massal Spektakuler 2017 yang digelar Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kegiatan ini berlangsung Minggu pagi, 19 November 2017 di Ballroom Hotel Mesra, Samarinda dalam rangka Hari Agraria.

Program nikah massal ini merupakan kegiatan untuk mendukung program Kementerian Sosial. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan sosial di masyarakat terkait akses program perlindungan sosial yang disediakan pemerintah.

Umumnya, pasangan yang ikut dalam kegiatan ini adalah pasangan yang telah menikah. Namun mereka belum melakukan akad di depan penghulu dari Kantor Kementerian Agama kota Samarinda.

Dalam nikah massal ini, pasangan tertua adalah pasangan Ishak Ahmad (73) dan Syarifah Nursiah (65). Pasangan termuda yakni Oka Permana dan Andi Novia Saputri (22).

Nah, nikah massal ini ternyata menyediakan hadiah kejutan bagi pesertanya. Hadiahnya berupa sebuah rumah type 36 yang diserahkan panitia kepada pasangan yang memenangkan undian.

Pasangan Mustafa dan Sriwati menjadi pasangan yang beruntung itu. Pasangan yang menikah siri 4 tahun lalu itu tidak menyangka nomor urut peserta nikah massal mereka ditetapkan oleh panitia sebagai pemenang.

Pasangan Mustafa dan Sriwati mengaku senang karena dapat memiliki rumah. Selama ini, mereka berdua hanya menempati rumah petak di lokasi penampungan pasir tempat Mustafa bekerja sehari-hari.

Ya, Mustafa adalah seorang penambang dan pengangkut pasir di kawasan Jalan Untung Suropati, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Sebelumnya belum pernah punya rumah. Terus terang, kami ini kerja, buruh pasir aja. Kami punya pondok di situ kecil aja di tengah-tengah pasir lagi. Ya, itulah. Syukur alhamdulillah, ada aja begini. Saya ajak nikah walaupun nikah di bawah tangan aja gak apa-apa," ujar Mustafa.

Seno Aji, penyumbang dan pemberi hadiah rumah cuma-cuma mengatakan, hadiah ini merupakan upaya untuk memberian kesadaran masyarakat untuk sadar tentang hukum. Nikah massal ini merupakan upaya untuk memberikan kepastian hukum pernikahan mereka.

"Kita melihat bahwa masyarakat berpenghasilan rendah ini perlu dibantu. Sehingga kita sosialisasikan kita sebagai salah satu pengembang perumahan bagi Masyarakat Penghasilan Rendah (MPR). Ya kita mensosialisasikan program pemerintah 1 juta rumah untuk masyaraat berpenghasilan rendah. Rumah ini diberikan cuma-cuma," ujar Seno Aji. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0