15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jurnalis Televisi Terkait Kasus Setnov, Ini Seruan Ketua Umum IJTI


Jurnalis Televisi Terkait Kasus Setnov, Ini Seruan Ketua Umum IJTI
Setnov (kiri) dan hilman (kanan) (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Nama Hilman Mattauch mendadak terkenal setelah kecelakaan yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto. Hilman diketahui sebagai orang yang mengemudikan mobil Fortuner bernopol B 1732 ZLO, yang ditumpangi Novanto pada saat kecelakaan, Kamis 16 November 2017 malam.

Hilman bisa dijerat lantaran diduga sudah mengetahui keberadaan Setnov saat tim penyidik KPK hendak menjemput paksa Ketua DPR RI tersebut pada Rabu, 15 November 2017 malam. Namun, Hilman diduga saat itu tidak melaporkannya ke KPK.

Hilman diketahui seorang wartawan televisi nasional, Metro TV yang bertugas di parlemen Senayan (DPR RI). Tidak mengherankan jika sosok Hilman dekat dengan anggota dewan di DPR, termasuk Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Ramdony Setiawan mengatakan, Hilman pernah menjadi koordinatoriat seperti dirinya di DPR untuk periode 2014-2016. Beberapa kegiatan Setya Novanto diikuti Hilman.

“Setahu saya, (Hilman) mulai dekat dengan Setya Novanto sejak 2014 sampai 2016. Sehingga Hilman banyak komunikasi dengannya,” kata Ramdony di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 17 November 2017.

Menanggapi jurnalis televisi yang terseret kasus Setya Novanto, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana menyerukan agar jurnalis televisi tetap menjaga profesionalitas. Pada hakikatnya, menurut Yadi, tugas jurnalis dilindungi oleh Undang Undang.

Oleh karenanya, jurnalis harus sepenuhnya berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan bersikap profesional serta proporsional dalam menjalankan tugasnya.

Menindaklanjuti kasus yang terjadi pada salah satu jurnalis televisi yang disebut-sebut memiliki “hubungan” yang melebihi kapasitasnya sebagai jurnalis dengan salah satu tersangka korupsi E-KTP, Setya Novento.

"IJTI Pusat menyerukan agar jurnalis Indonesia harus bekerja profesional, berintegritas sesuai dengan kode etik jurnalis (KEJ)," ujar Yadi melalui rilis, Sabtu 18 November 2017.

Seruan Ketua Umum IJTI lainnya antara lain:
- Jurnalis Indonesia dalam menjalankan tugasnya wajib mengedepankan kepentingan publik

- Jurnalis Indonesia, harus bersikap independen dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.

- Jurnalis Indonesia, diperkenankan untuk memperkuat hubungan dan jaringan terhadap berbagai kelompok atau tokoh-tokoh yang berhubungan langsung atau tidak lanngsung terhadap materi liputan yang akan dibuat atau direncanakan secara profesional dan semata-mata untuk kepentingan tugas jurnalistik dan orang banyak.

- Dalam melakukan perkerjaan jurnalistik, jurnalis Indonesia tidak diperkenakan melakukan pekerjaan di luar kapasitasnya, apalagi melindungi atau menyembunyikan seseorang yang bertentangan dengan hukum. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0