21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kecelakaan Kerja di Tambang Batubara Terus Bertambah, Ini Kata Distamben Kaltim


Kecelakaan Kerja di Tambang Batubara Terus Bertambah, Ini Kata Distamben Kaltim
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Kecelakaan kerja yang terjadi di area pertambangan batubara di Kalimantan Timur (Kaltim) terus bertambah. Jumlahnya, menurut catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, sejak 2016-2017 mencapai 7 kecelakaan kerja.

Dampak kecelakaan kerja itu, 9 orang meninggal dunia di area pertambangan batubara. Karenanya, Jatam Kaltim mempertanyakan kinerja pemerintah yang berlaku sebagai pengawas pertambangan.

Insiden terbaru adalah tertimbunnya Zumran, seorang operator alat berat di area pertambangan milik PT Bina Mitra Sumber Artha (BMSA) di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Rabu 8 November 2017 lalu

"Kita mempertanyakan apa saja yang sudah dilakukan Distamben Kaltim dalam menurunkan tingkat kecelakaan kerja. Sejak tahun 2016 saja, Jatam mencatat ada 7 kecelakaan kerja yang menewaskan 9 pekerja. Kebanyakan terjadi karena longsor serta tertimbun. sama seperti kasus lubang tambang yang menewaskan 28 orang di mana penanganan hukumnya masih simpang siur di kepolisian," ujar Rupang melalui rilis, Jumat 10 November 2017.

Terkait kecelakaan di lingkungan kerja pertambangan batubara, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kaltim mengakui telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja di area pertambangan.

Satu di antaranya adalah melakukan pertemuan bulanan bersama kepala teknik tambang perusahaan tambang batubara se-Kaltim. Dalam pertemuan rutin tersebut, Distamben kerap mengingatkan agar setiap perusahaan melakukan kegiatan penambangan sesuai aturan.

"Kami sudah melakukan pertemuan bulanan dengan kepala teknik tambang se-Kaltim, yaitu semua kegiatan harus mengikuti aturan yang ada menuju good mining practice termasuk di dalamnya masalah-masalah keselamatan kerja," ujar Kepala Distamben Kaltim, Amrullah kepada KlikSamarinda, Selasa 13 November 2017.

Amrullah juga menyatakan jika inspektur tambang sudah pula mengingatkan kepada pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan PKP2B agar melaksanakan kegiatannya sesuai aturan yang berlaku. (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0