21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Pemegang Saham PT Kimco Surati Distabem, Minta Agar Izin Pengapalan Kimco Dicabut


Nah, Pemegang Saham PT Kimco Surati Distabem, Minta Agar Izin Pengapalan Kimco Dicabut
Sekjen LAKI Kaltim, Didit Haryadi

KLIKSAMARINDA.COM - Desakan Laskar Antikorupsi Indonesia (LAKI) Kaltim terhadap Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kaltim agar menghentikan operasional pengapalan batubara oleh PT Kimco Armindo rupanya sejalan dengan pemegang saham terbesar PT Kimco, yaitu PT Pandji Notonegoro.

Menurut Sekjen LAKI Kaltim, Didit Haryadi, pemegang saham 99,9% PT Kimco Armindo yang dipegang oleh PT Pandji Notonegoro (Hendrick Winata Hwang) telah melayangkan surat keberatan kepada Distamben Kaltim atas Surat Keterangan Untuk Pengapalan dengan Nomor 541.23/6951/III-Minerba pada 13 November 2017.

"Yang protes itu pemilik saham terbesar. Kok bisa gitu, Distamben tidak mencabut surat pengapalan," ujar Didit, Senin 13 November 2017.

Karena itu, LAKI Kaltim menduga jika izin berlayar PT Kimco itu manipulasi. Karena, menurut Didit, dalam surat keberatan Hendrick jelas tertuang adanya permohonan penghentian operasional dan loading batubara di PT Kimco Armindo.

"Kok, sampai malam ini tetap loading batunya? Dan diberikan izin oleh Distamben untuk pengapalan," ujar Didit.

Lebih lanjut, LAKI Kaltim mencurigai adanya keterlibatan pihak aparat kepolisian dan Distamben Kaltim dalam berperan serta memanipulasi surat pengapalan dan surat izin berlayar bagi PT. Kimco. Karena itu, LAKI Kaltim mendesak agar ada pemeriksaan secara mendalam terhadap instansi terkait karena terdapat indikasi melindungi perusahaan pertambangan batubara yang bermasalah.

"Jelas LAKI Kaltim sangat menyayangkan hal ini. Ini sangat merugikan negara. Kami minta agar instansi kepolisian yang ikut serta dalam mengamankan perusahaan yang bermasalah agar diperiksa. Kami juga menekan Distamben untuk mencabut surat pengapalan bagi PT Kimco. Kami duga ada back up aparat dalam hal ini. Jika benar, ini mencederai hukum," tandas Didit.

Didit menambahkan, "Distamben langsung mengeluarkan surat ke PT Kimco untuk penghentian, saya rasa itu cuma akal-akalan Distamben juga. Kenapa? Agar seakan-akan Kimco ditegur tapi nyatanya tetap dijalankan. Ini bisnis gelap. Suratnya asli, namun faktanya palsu," pungkas Didit. (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0