19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Bergeser, Kaltim?


Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Bergeser, Kaltim?
Kebakaran lahan

KLIKSAMARINDA.COM - Sepanjang 2017, terjadi pergeseran lokasi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sebelumnya daerah yang banyak terbakar adalah di Sumatera dan Kalimantan, tahun ini mulai bergeser ke wilayah NTT, NTB, dan Papua.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2017 daerah yang banyak terbakar di NTT seluas 33.030 hektare, NTB 26.217 hektare, dan Papua 16.492 hektare.

Sedangkan daerah-deerah yang langganan kebakaran hutan di tahun sebelumnya, justru berkurang. Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau 6.841 hektare, Sumatera Selatan 3.007 hektare, Jambi 109 hektare, Kalimantan Barat 6.992 hektare, Kalimantan Selatan 3.007 hektare, Kalimantan Tengah 1.365 hektar, dan Kalimantan Timur 262 hektare.

“Musim kemarau tahun 2017 adalah normal. Lebih kering dibandingkan 2016 yang saat itu kemaraunya basah dan periode musim kemarau lebih pendek karena terpengaruh fenomena La Nina. Namun dibandingkan tahun 2015, kemarau 2017 lebih rendah intensitas keringnya. Tahun 2015 adalah kemarau yang sangat kering dan panjang karena adanya pengaruh El Nino,” kata Sutopo melalui rilis, Rabu 25 Oktober 2017.

Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan selama 2017, tidak terlepas dari sinergi yang dilakukan semua pihak. Koordinasi yang dilakukan antara Kementerian LHK, BNPB, TNI, Polri, Lapan, BMKG, BPPT, BRG, BPBD, Pemerintah Daerah, relawan, dunia usaha, masyarakat dan lainnya telah berlangsung dengan baik.

Sutopo mengatakan, pengalaman kebakaran hutan dan lahan pada 2015 membuat pemerintah daerah lebih sigap dalam menetapkan status siaga darurat tahun ini. Pemerintah pusat dapat memberikan pendampingan dan mengambil langkah-langkah antisipasi.

“Patroli terpadu dilakukan dengan mendirikan 300 posko desa dengan jangkauan 1.203 desa rawan kebakaran hutan dan lahan. Kementerian LHK menggerakkan 1.980 personel Manggala Agni dan 9.963 orang Masyarakat Peduli Api untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Selain itu, ribuan personil TNI dan Polri dikerahkan untuk antisipasi dan pemadaman. BNPB mengerahkan 26 helikopter water bombing dan 3 pesawat untuk hujan buatan. Total 71,9 juta liter air telah dijatuhkan oleh helikopter water bombing, dan 162 ton garam disemai untuk hujan buatan.

“Saat ini upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan masih terus dilakukan di daerah. Siaga darurat kebakaran hutan lahan masih diberlakukan oleh Kepala Daerah hingga akhir Oktober-November 2017. Semoga tahun-tahun mendatang makin lebih baik,” sebut Sutopo. (*)

Reporter : Maggie Aksan    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0