21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dianggap Hina Profesi Jurnalis, Warga Samarinda Dilaporkan ke Polisi


Dianggap Hina Profesi Jurnalis, Warga Samarinda Dilaporkan ke Polisi
Jurnalis di Samarinda membuat laporan kepolisian di SPKT Polresta Samarinda, Minggu 22/ Oktober 2017. Postingan yang bersangkutan di salah satu grup WhatsApp, dianggap telah menghina profesi jurnalis.

KLIKSAMARINDA.COM - Jurnalis Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan seorang warga berinisial MW kepada pihak kepolisian, Minggu 22 Oktober 2017 sekitar pukul 11.30 WITA. Pelaporan ini meupakan buntut dari share ujaran kebencian MW di salah satu grup chat WhatsApp, yang dianggap melecehan profesi wartawan.

Pria berinisial MW itu dilaporkan oleh jurnalis di Samarinda, karena dianggap telah menyebarkan fitnah, serta ujaran kebencian di media sosial.

Awal permasalahan itu terjadi ketika MW memposting tulisan di salah satu grup WhatsApp, Sabtu 21 Oktober 2017, sekitar pukul 18.00 WITA.

Postingan tersebut berisi tentang kritik mengenai tidak adanya media saat terjadi aksi demonstrasi mahasiswa di depan Istana Negara.

Pada tulisan itu juga terdapat kalimat yang melecehkan profesi jurnalis. Grup WhatsApp itu beranggotakan masyarakat, pejabat daerah, politisi, akademisi hingga kalangan aktivis, serta LSM, termasuk di dalamnya terdapat sejumlah jurnalis.

Asho Andi Marmin, bersama Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim Suriyatman, Ketua Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Kaltim Amir Hamzah, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Charles Siahaan, serta beberapa wartawan lainnya, melaporkan pelaku ujaran kebencian tersebut ke Polresta Samarinda guna membuat laporan kepolisian.

"Saya ada di grup itu, saat saya membuka grup, dia (MW) memposting tulisan yang isinya membuat saya tersinggung," ucap Asho, yang merupakan kontributor salah satu televisi nasional di Samarinda.

Postingan yang bersangkutan di salah satu grup WhatsApp itu dianggap telah menghina profesi jurnalis.

"Profesi saya dikatakan sebagai pelacur yang hina, dan sudah kita laporkan ke kepolisian agar dapat ditindak dan diproses hukum," ucapnya.

Asho berharap, dengan adanya pelaporan ini, tidak akan terulang lagi hal-hal yang melecehkan maupun merendahkan profesi jurnalis.

"Kita harap ini tidak terulang, dan orang-orang harus bijak dan tidak sewenang-wenang menggunakan medsos," harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Kaltim Charles Siahaan menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Sebab postingan tersebut dinilai telah menyakiti insan jurnalis yang profesinya dilindungi oleh UU.

"Usut tuntas, kita tidak ingin ada aktivis atau warga yang menghina profesi wartawan. Jadi akan kami dukung dan kawal laporan ini," tegasnya. (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0