24 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kepala KKP Samarinda: Ini Manfaat Nyata Peserta BPJS Kesehatan


Kepala KKP Samarinda: Ini Manfaat Nyata Peserta BPJS Kesehatan
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda, Sabilal Arsyad , saat menerima perwakilan BPJS KCU Samarinda, Kamis 21 September 2017 (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKSAMARINDA.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terbilang sukses di Indonesia. Hadir sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan sudah mencover 70 persen dari sekira 250 juta penduduk Indonesia.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda, Sabilal Arsyad menyatakan hal tersebut. Ia menuturkan, manfaat nyata dari BPJS Kesehatan disambut antusias oleh masyarakat.

Terlihat dari jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan yang terus meningkat. Antusiasme masyarakat terhadap BPJS Kesehatan juga tampak dari kunjungan peserta ke berbagai fasilitas kesehatan (faskes), baik tingkat primer seperti klinik dan puskesmas, serta rujukan seperti rumah sakit.

"Karena manfaatnya nyata dan sangat bisa kita rasakan. Tidak hanya mendapat jaminan pelayanan kesehatan saja, akan tetapi dapat membentuk serta meningkatkan rasa kepedulian, kerelaan membantu sesama dan gotong royong dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)," katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Lumba-lumba Samarinda, Kamis 21 September 2017.

Lebih lanjut, Arsyad menerangkan, jika satu orang peserta harus melakukan operasi jantung dengan biaya Rp150 juta, maka biayanya ditanggung oleh iuran 5.882 peserta kelas 3 yang sehat.

"Karena bersifat gotong royong itulah, setiap peserta wajib membayar iuran bulanan tepat waktu. Kalau hanya peserta yang sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat. Dari mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?" jelas dia.

Pun, dengan sistem gotong rotongnya, lanjut Arsyad, merupakan prestasi dalam meraih kekeluargaan.

"Bagaimana caranya, seluruh rakyat Indonesia dari yang mampu sampai yang miskin dapat tetap merasakan pelayanan kesehatan terbaik," tuturnya.

Benar saja, menurut sejarah yang ia ulas, negara Jerman baru mampu melindungi warganya yang berjumlah hanya sekira 80 juta jiwa selama lebih dari 127 tahun. Hal itu juga terjadi di negara Belgia yang setelah 118 tahun baru mampu melindungi 90 juta warganya terlindungi jaminan kesehatan.

"Untuk itu, saya menghimbau, untuk di lingkungan ASN, ataupun bukan, serta keluarga untuk segera masuk ke BPJS Kesehatan. Karena manfaatnya luar biasa," tandasnya.

Mengepalai KKP Samarinda, yang merupakan barisan terdepan Kementerian Kesehatan di pintu masuk negara, Arsyad juga mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan termasuk dalam otoritasinya dalam cegah tangkal penyakit menular yang masuk dan keluar wilayah RI.

"Salah satunya, saat ini yang ingin berangkat haji harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Itu sudah menjadi syaratnya," pungkasnya. (Adv)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Sanusi Bachtiar



Comments

comments


Komentar: 0