21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Warga Samarinda Ini Belum Kapok, Ditangkap Polisi Karena Kasus Yang Sama


Nah, Warga Samarinda Ini Belum Kapok, Ditangkap Polisi Karena Kasus Yang Sama
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Residivis ini harus kembali berurusan dengan kepolisian. Ya, dialah Pj (40), warga Jalan KH. Agus Salim. Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Pj sudah dua kali tersandung kasus serupa. Pada tahun 2006, lelaki keturunan ini divonis 1 tahun penjara. Pengalaman pahit kedua terjadi di 2010. Dia divonis 11 tahun dan baru bebas bersyarat Januari 2017 lalu.

Belum genap 1 tahun pasca pembebasan bersyarat itu, pada September 2017, Pj harus berurusan dengan Polsekta Sungai Kunjang dengan kasus yang sama, yaitu membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Polisi menangkap Pj di Jalan Teuku Umar, Samarinda, Sabtu malam 2 September 2017. Dari tangan Pj, polisi menyita 54,17 gram sabu-sabu dan uang tunai Rp3.45 juta.

Kepada petugas, Pj mengaku nekat kembali bisnis narkoba karena tergiur keuntungan yang cukup besar. Apalagi, saat ini ia tidak memiliki pekerjaan tetap alias menganggur.

Menurut Pj, ia menjual sabu-sabu sebanyak 50 ons. Dari penjualan itu, Pj mendapatkan keuntungan Rp5 juta bergantung kuantitas narkoba yang dijualnya. Kepada polisi, ia juga mengaku tidak mengetahui asal barang haram itu.

"Satu bal, 50 gram. Itu tergantung berapa besarnya. Anggaplah di atas Rp5 ribu (juta), lah," ujar Pj.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, warga keturunan ini menjual barang haram itu dengan cara yang cukup unik. Wakapolsekta Sungai Kunjang, Iptu Hardi, Pj memanfaatkan pengalaman dua kali di dalam penjara untuk membangun jaringan pengedaran narkoba di luar penjara.

Nah, dari pengalaman dalam penjara itulah, Pj menjual narkoba dengan bantuan teman-teman yang pernah dipenjara. Mereka memesan sabu kepada Pj.

Pemesan hanya cukup menelepon dirinya dan kemudian narkoba dikirimkan kepada pemesan. Untuk pengambilan narkoba, Pj mengatur berbagai cara agar ia dan calon pembeli tidak bertemu.

"Untuk pembeli-pembeli, menurut pengakuan pelaku, adalah pesanan via telpon di mana saja. Siapapun selama kenal dengan pelaku melakukan transaksi ke mana pun langsung dikirim. Nanti uang ditransver atau uang ditaruh. "Uang saya taruh di sini," oleh pelaku "nanti barang saya taruh di sana" jadi dalam pantauan terus," ujar Iptu Hardi.

Pj kini harus bersiap menjalani masa hukuman yang lebih panjang dari sebelumnya. Selain harus menjalani sisa hukuman selama 4 tahun untuk menggenapi 11 tahun masa hukuman sebelumnya. Pj terancam hukuman maksimal hukuman mati karena melanggar pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0