21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Soal Rumah Sakit Islam Samarinda, Pemprov Kaltim Berkeras, Yarsi Ajukan Kasasi


Soal Rumah Sakit Islam Samarinda, Pemprov Kaltim Berkeras, Yarsi Ajukan Kasasi
Rumah Sakit Islam Samarinda yang berhenti beroperasi (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM – Polemik izin operasional Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda masih belum usai. Keputusan tak populer Pemprov Kaltim menarik aset lahan di Jalan Gurami, Samarinda Ilir, telah mengorbankan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Samarinda.

Sejak diperkarakan Pemprov Kaltim, praktis RSI tidak memiliki pelayanan kesehatan. Kendati pelayanan minimal UGD saja yang tetap dibuka walaupun kondisinya kritis karena ketersedian obata-obatan yang tidak ada.

Sebelumnya, PTUN Kaltim telah menggugurkan keputusan Pem[rov Kaltim lantaran dianggap maladministrasi oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Namun, Pemprov tetap ngotot dan tetap mengajukan banding. Langkah keras kepala Pemprov Kaltim kembali mengubur harapan warga Samarinda demi mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal.

Yayasan RSI, seperti diketahui, telah mendapat lahan pengganti di sekitar daerah Sungai Kerbau. Pihak RSI sendiri berkeinginan memperpanjang peminjaman lahan RSI di Jalan Gurami sembari menantikan fasilitas gedung yang akan dibangun.

Menurut perwakilan manajemen Yayasan RSI, Aswan, pihaknya telah berkonsultasi dengan Komisi 9 DPR RI. Aswan menjelaskan, RSI adalah salah satu rumah sakit dari tiga tempat pelayanan kesehatan yang saat ini menjadi perhatian wakil rakyat di senayan.

“Komisi 9 DPR RI setuju untuk menjadi mediator antara yayasan dan Pemrov Kaltim. Sebab pelayanan kesehatan hal yang tidak bisa dikompromikan,” ujar Aswan kepada KlikSamarinda.

Lebih lanjut, gugatan kasasi di PTUN Kaltim telah diajukan pada tanggal 22 Agustus 2017. Pihaknya akan terus berpegang pada keputusan PTUN Kaltim dan membawa pelayanan kesehatan RSI kembali normal.

“Kami selalu ingin duduk bersama dengan Pemprov Kaltim, tapi memang tidak mendapat kebiksanaan,” keluh Aswan. (*)




Comments

comments


Komentar: 0