24 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Klinik Khusus di RSHD Samarinda, Harga Terjangkau


Klinik Khusus di RSHD Samarinda, Harga Terjangkau
Pelayanan di RSHD Samarinda (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKSAMARINDA.COM - Sebagai rumah sakit ternama di Kota Tepian, RSHD Samarinda tetap mengedepankan pelayanan optimal bagi pasien. Pelbagai layanan tersedia dengan kualifikasi tenaga medis yang memadai.

Manajer RS Haji Darjad, Rudi Setiawan menambahkan, rumah sakit swasta yang beroperasi di Jalan Dahlia, Kelurahan Bugis, Samarinda Kota, Kalimantan Timur (Kaltim) itu menyediakan klinik khusus.

Jadwal praktek setiap Senin sampai dengan Sabtu, di Lantai II Gedung Biru.

"Kami memberikan kualitas dengan harga yang mampu dijangkau, serta ruang rawat inap dengan tiga kategori," tambah pria yang akrab disapa Rudi.

Klinik khusus tersebut berkaitan dengan pemeriksaan penyakit jantung. Menurut dokter tetap di RSHD Samarinda, dr. Andreas Anang Wijaya Sp Ip kepada KlikSamarinda, pemeriksaan jantung dapat dilakukan saat medical check up (MCU) di RSHD.

MCU ini penting dilakukan untuk mengetahui secara dini penyebab serangan jantung di hari tua dapat dicegah dengan mengetahui gejala-gejala dini di dalam tubuh.

Lima faktor utama penyebab jantung koroner yang kerap ditemukan akibat perokok aktif. Lalu hipertensi atau tekanan darah tinggi, kencing manis, dan kolesterol serta obesitas (over wright).

Aktivitas itu kemudian berpengaruh terhadap kerja normal jantung karena adanya penyempitan pembuluh darah.

"Kalau yang tidak bisa dihilangkan adalah genetik. Makanya selain melakukan medical check up, pola makan juga harus sehat. Kalau sudah terkena serangan awal, segera diperiksakan untuk dilakukan tindakan awal atau pemberian obat sesuai kebutuhan diagnosa," terang pria alumnus spesialis jantung perguruan tinggi terkemuka di Surabaya tersebut.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI Tahun 2013, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia mencapai 0,5% dan gagal jantung sebesar 0,13% dari total penduduk berusia 18 tahun keatas.

Artinya, usia harapan hidup warga Indonesia menurun. Hal itu disebabkan dua faktor yakni riwayat keluarga atau genetik yang memiliki penyakit jantung dan bersifat bawaan dan eksternalnya adalah pola makan serta gaya hidup sebagai pemicu potensi.

Namun, dengan mengetahui sejak dini kondisi tubuh Anda, maka harapan usia berumur panjang tanpa penyakit jantung koroner di hari tua adalah keniscayaan. (Adv)

 




Comments

comments


Komentar: 0