18 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Inflasi Kota Samarinda Terkendali


Inflasi Kota Samarinda Terkendali
Wakil Walikota Samarinda, Nusyiwan Ismail (Foto: NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM)

KLIKSAMARINDA.COM - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menggelar rapat rutin 3 bulanan. Dalam rapat yang berlangsung pada Rabu 1 Februari 2017, tim inflasi mengevaluasi TIPD Samarinda 2016 sekalgus membentuk TPID Samarinda 2017.

Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail yang memimpin jalannya rapat mengatakan tujuan rapat ialah menjaga agar tingkat inflasi yang terjadi di Kota Tepian tetap berada di level kondusif.

Nusyirwan menuturkan, inflasi yang terjadi di Samarinda masih terkendali. Tahun 2016 akhir, inflasi kumulaif dalam setahun yang terjadi di Ibukota Kalimantan Timur (Kaltim) ini ialah 2,83%. Sementara inflasi Kaltim mencapau 2,94%.

"Artinya, di sini menggambarkan Samarinda bisa mengendalikan pada level yang kondusif. Di Nasional 3,04%. Jadi kita masih di bawah nasional. Artinya kita mengkontribusikan ke nasional dengan angka yang baik. Ke Kaltim juga begitu," beber Nusyirwan.

Untuk pengendalian di tahun 2017, Nusyirwan mengatakan angka inflasi di Januari 2017 belum keluar. Namun, inflasi terakhir di Desember sebesar 0,87% akan digunakan sebagai referensi di Januari 2017.

Rapat ini juga membahas tiga hal penting, yaitu pengendalian harga setiap produk pangan serta stabilitas harga yang terjadi di awal tahun 2017.

Pembahasan juga menyasar gangguan pada jalur transportasi dan distribusi barang ke Samarinda. Mengenai laporan tersebut, Nusyirwan mengatakan semua berjalan dengan aman.

"Apakah ada harga yang naik tidak wajar? Produk naik daripada stabilisasi harga saat ini? Apakah ada hambatan dalam pendistribusian barang? Jalan rusak, jalan longsor, gangguan cuaca dan sebagainya? Ternyata tidak ada. Transportasi untuk arus barang aman," ungkap Nusyirwan.

Sejumlah rekomendasi muncul pada rapat ini. Antara lain, bayang-bayang harga cabai yang naik tinggi. Menanggapi itu, ia berharap program pemerintah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperbesar pasokan cabai dan bawang merah di Samarinda terus dievaluasi.

"Jangan sampai pada bulan tertentu ada stok yang tidak berimbang dengan permintaan. Harus diamati terus dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan. Diharapkan bulan demi bulan pasokan tetap terjaga," tandasnya.

Pemkot Samarinda berharap pengendalian inflasi ini juga akan menguntungkan para petani dan pedagang lokal di Kota Tepian. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0