20 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Innalillahi, Tertimbun Longsor, Ibu Hamil Tewas di Kamar Mandi


Innalillahi, Tertimbun Longsor, Ibu Hamil Tewas di Kamar Mandi
Evakuasi korban tertimbun longsor di Selili Samarinda Sabtu dinihari 31 Desember 2016 (Foto: Netizen)

KLIKSAMARINDA.COM - Hujan lebat yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) beberaa hari terakhir menyebabkan bencana longsor di beberapa titik. Akibatnya seorang ibu rumah tangga tewas tertimbun material tanah saat berada di kamar mandi, Jumat malam, 30 Desember 2016.

Longsor menimpa rumah orang tua Wulandari, ibu rumah tangga yang tewas tertimbun material tanah yang longsor di Gang Bersama, RT 02, Kelurahan Selili, Kecamatan Sambutan, Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim).

Sabtu pagi, rumah ini terlihat mulai dipadati warga. Warga tidak menyangka ibu satu anak ini tewas tertimpa material tanah saat berada di dalam kamar mandi.

Proses evakuasi korban bahkan berlangsung hingga 7 jam. Korban akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa pada pukul 4.30 dini hari, Sabtu, 31 Desember 2016.

Selain Wulan, Rosna ibu kandung korban, juga mengalami luka serius. Selain tangan kanan patah, kepala Rosna juga harus dirawat akibat luka yang cukup serius di Rumah Sakit Umum AW Syahranie, Samarinda.

Suami dan anak pertama korban terlihat berada di sisi kanan jenazah ibu yang mengandung 7 bulan. Tidak banyak keterangan yang bisa dihimpun dari keluarga korban yang saat itu masih berkabung.

Sementara itu, Saminto tetangga korban mengatakan, sebelum kejadian pada Jumat malam, 30 Desember 2016, hujan deras disertai petir melanda Kota Samarinda. Sebagian besar warga memilih berada di dalam rumah.

Namun tiba-tiba muncul suara yang cukup keras dari arah bukit, Rumah korban langsung terseret dan beberapa rumah lainnya yang berada di tepi bukit.

"Waktu itu hujan deras, langsung ada suara gemuruh. Langsung tetangga pada teriak-teriak. Saya saat itu lagi makan dan berbenah gitu. Langsung ada suara itu, kami lari. Kami pergi turun di sini. Ternyata masih ada korban di sana. Waktu saya turun, korban empat-empatnya masih ada dalam rumah. Yang tiga bisa keluar, ternyata masih ada satu terjepit di dapur. Awalnya tidak goyang, karena terdorong tanah dari atas," ujar Saminto.

Hingga Sabtu siang, 31 Desember 2016, warga sekitar mulai memberesi barang-barang mereka.

Mereka khawatir longsor susulan akan segera terjadi, mengingat hujan masih terus terjadi beberapa hari ke depan. Warga terpaksa menggunakan ruang kelas sekolah dasar untuk tempat bernaung sementara waktu. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0