17 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Benny B. Prasetyo, Jurnalis Televisi: Setia Pada Pakem (4-habis)


Benny B. Prasetyo, Jurnalis Televisi: Setia Pada Pakem (4-habis)
Foto bersama para awak media dengan Pejabat Kaltim. (Foto: Facebook/dokumentasi pribadi Benny B. Prasetyo untuk KlikSamarinda)

KLIKSAMARINDA - Terhadap profesi jurnalis yang telah dilakoninya selama hampir 15 tahun, Benny ternyata memegang beberapa prinsip yang tak tergoyahkan. Menurut jurnalis yang masih aktif di organisasi wartawan (Persatuan Wartawan Indonesia dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia/IJTI), kesiapan sangat penting bagi wartawan untuk meliput peristiwa kapan pun terjadi. Baginya, bekerja sebagai jurnalis/wartawan adalah pekerjaan tanpa batas waktu.

“Misalnya, ada peristiwa atau kejadian tengah malam, ya berangkat juga,” ujar pria dengan kumis dan cambang yang tebal ini menerangkan.

Benny juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan hubungan baik dengan sumber berita.

“Itu perlu dilakukan sejak dini. Jangan tunggu kenal seorang pejabat di level tertinggi, tetapi bangun komunikasi sejak level bawah,” ujar Benny.

Dua prinsip itu ia jalani hingga saat ini. Tak heran, jika sedang meluangkan waktu dengan berjalan-jalan atau singgah di suatu tempat, banyak sapa melayang ke arah Benny.

Prinsip lainnya dalam menjalani profesinya, Benny menekankan pentingnya transfer knowlegde (berbagi pengetahuan) kepada generasi penerus tentang dunia jurnalistik. Benny selalu menekankan agar wartawan/jurnalis yang lebih dulu berkiprah agar memberikan akses kepada para penerusnya.

“Kita bisa berbagi pengetahuan tentang berbagai hal. Mulai dari sumber berita atau jaringan hingga teknik pemberitaan. Saya seringkali menghubungkan wartawan di sini (Samarinda-red) atau dari luar daerah untuk bisa menghubungi narasumber tertentu yang saya tahu,” papar Benny kepada KlikSamarinda.

Tetapi, lebih daripada prinsip-prinsip tadi, Benny menekankan pada etika jurnalis. Menurut Benny, dengan banyaknya keistimewaan yang dimiliki para pekerja media saat ini, para juru warta memiliki kewajiban untuk memanfaatkan profesi jurnalis secara bertanggung jawab.

Untuk soal ini, Benny mengalaminya saat terjadi peristiwa runtuhnya jembatan Tenggarong November 2011. Di tengah-tengah kesibukan peliputan, Benny mengaku disuguhi makanan sama dengan para pejabat berkat keistimewaan tadi.

“Ya, semacam buah anggur atau buah pir hingga makan nasi padang. Tinggal bagaimana berkomunikasi dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan,” ujar Benny yang pada saat peliputan itu menjadi satu-satunya jurnalis yang mengenakan pelampung ketika bolak-balik menumpang perahu menyeberangi Sungai Mahakam di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Benny memang dikenal koleganya memiliki kemampuan menyelam (diving). Tetapi, untuk urusan berenang, Benny kurang mumpuni.

Bagi Benny, keistimewaan yang dapat diperoleh seorang wartawan itu tidak hanya sebatas akses yang mudah terhadap banyak hal. Tetapi, keistimewaan itu dapat membuka cakrawala dan wawasan yang lebih beragam disertai tanggung jawab terhadap pekerjaan.

“Bagi saya sederhana. Jadilah jurnalis yang baik dan benar sesuai aturan dan kode etik jurnalistik yang ada. Agar berita tak tendensius,” pungkas Benny. (*)

Reporter : KlikSamarinda    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0